Kamis, 07 Mei 2020 14:14 WIB

Berat Badan Malah Naik Saat Puasa? Mungkin Ini Penyebabnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
wanita menimbang berat badan Penyebab berat badan naik saat berpuasa. (ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Saat menjalankan ibadah puasa, umat muslim tidak diperbolehkan makan dan minum dari setelah sahur hingga berbuka di sore nanti. Selama satu hari itu, tentunya tubuh sama sekali tidak menerima asupan cairan maupun makanan.

Biasanya, momen puasa ini selain dilaksanakan sebagai ibadah wajib, sebagian orang memanfaatkannya untuk menurunkan berat badan. Hal ini karena porsi makan yang sebelumnya sehari tiga kali, berubah menjadi dua kali dalam sehari.

Tapi, berkurangnya frekuensi makan ini malah memberikan efek yang berbeda pada sebagian orang. Bukannya turun, ini justru membuat berat badan melonjak naik. Berikut detikcom rangkum beberapa penyebab yang bisa membuat berat badan naik saat puasa.

1. Kalap saat berbuka puasa

Setelah berpuasa, pasti banyak makanan yang terbayang di otak dan ingin sekali memakannya saat berbuka. Dari makanan yang mengandung karbohidrat sampai tinggi kadar gula dan garamnya biasanya dipilih pertama kali, bahkan dikonsumsi sekaligus. Inilah yang membuat berat badan malah naik dari sebelumnya.

"Sayangnya, banyak pasien muslim pada umumnya, cenderung makan berlebihan saat berbuka puasa, dan biasanya melibatkan makanan berlemak, tinggi kalori, dan juga gula," kata Kepala Emirates Diabetes Society, Dr Al Madani, yang dikutip dari La Times.

2. Porsi makan lebih banyak dari biasanya

Tanpa disadari, sebagian orang mengalami peningkatan porsi makan ataupun minum setelah seharian berpuasa. Bagi mereka yang memang memiliki porsi makan yang besar, akan bertambah banyak lagi saat berbuka atau sahur. Hal ini juga yang membuat orang berpuasa rentan mengalami kenaikan berat badan.

3. Kurangnya aktivitas fisik

Saat puasa, orang cenderung akan merasa mudah lemas untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. Tidak heran kalau kondisi itu membuat seseorang malas untuk melakukan aktivitas fisik seperti olahraga atau sekedar berjalan-jalan.

Salah satu faktornya adalah ngantuk karena durasi tidur yang terpotong untuk berbagai kegiatan, seperti sahur. Jika ini terjadi, kalori berlebih dari makanan yang dikonsumsi saat berbuka dan sahur akan menumpuk, sehingga menyebabkan naiknya berat badan.

4. Kurangnya durasi tidur

Berbagai penelitian mengatakan bahwa orang yang kurang tidur cenderung mudah mengalami peningkatan berat badan. Saat durasi tidur berkurang, hormon yang mengatur metabolisme dan nafsu makan yaitu leptin jadi kacau.

Jika hormon leptin terlalu tinggi, tubuh terus-menerus akan merasa lapar walaupun sudah makan banyak dan ngemil. Efeknya, bukannya kurus malah bobot tubuh makin bertambah.

"Siklus tidur yang terganggu mempengaruhi hormon yang bekerja untuk mengatur metabolisme dan nafsu makan. Tubuh akan merespons dengan makan lebih banyak dari biasanya," jelas Dr Al Madani.

5. Tidur setelah sahur

Setelah sahur, kebanyakan orang langsung menyambung tidurnya yang terpotong untuk makan. Padahal kebiasaan ini memberikan efek yang negatif untuk tubuh, salah satunya meningkatkan berat badan.

Jika kamu tidur di bawah dua jam sesudah makan, saluran pencernaan belum sempat mengolah makanan yang baru saja dikonsumsi dengan baik. Dampaknya, makanan yang dikonsumsi tidak menghasilkan energi, tapi malah menimbulkan tumpukan lemak di tubuh.



Simak Video "Usai Lockdown, Berat Badan Pria di Wuhan Naik hingga 100 Kg"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)