Jumat, 15 Mei 2020 16:56 WIB

Hati-hati, BPOM Temukan 246.498 Produk Kedaluwarsa Selama Ramadhan

Anjar Mahardhika - detikHealth
Gedung BPOM, Balitbangkes, dan P2PL BPOM (Foto: Firdaus Anwar)
Jakarta -

Selama bulan Ramadhan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan intensifikasi dari 27 April hingga 8 Mei 2020. Hasil intensifikasi ini ditemukan 290.681 produk yang tak memenuhi ketentuan (TMK) nilainya mencapai 654,3 juta rupiah.

Temuan ini mencatatkan peningkatan jumlah produk TMK dibanding tahun 2019 yang hanya sebesar 72.994 produk. Namun dari sisi nilai ekonomi, terjadi penurunan yang sangat signifikan dari tahun sebelumnya senilai 1,2 miliar rupiah.

Produk yang tidak memenuhi ketentuan dibagi menjadi tiga jenis yakni, kedaluwarsa, pangan tanpa izin edar (TIE), dan rusak. Sejauh ini BPOM sudah melakukan pemeriksaan terhadap 1.197 sarana distribusi pangan.

"Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 1.197 sarana distribusi pangan, masih terdapat 38,10 persen atau sejumlah 456 sarana yang tidak memenuhi ketentuan atau TMK. Karena menjual produk pangan yang rusak, kedaluwarsa, atau pangan tanpa izin edar," kata Dra Reri Indriani, Apt, MSi, Deputi Bidang Pengawasan Pangan olahan BPOM di konferensi pers online, Jumat (15/5/2020).

Dari hasil pemeriksaan ini ditemukan sebanyak 246.498 produk kedaluwarsa, 29.748 TIE, dan 14.435 produk makanan dinyatakan rusak. Pangan yang kedaluwarsa paling banyak ditemukan di gudang distributor maupun importir.

"Hal ini disebabkan, biasanya sarana yang di hulu, distributor atau importir ini menyimpan stok untuk kebutuhan tiga, empat bulan ke depan," kata Dra Reri.

Beberapa produk yang paling banyak ditemukan kedaluwarsa adalah minuman serbuk, minuman berkarbonasi, mentega, wafer, dan makanan ringan. Sedangkan lima daerah persebaran produk kedaluwarsa tertinggi berada di Manokwari, Sorong, Mimika, Morotai, dan Aceh Tengah.



Simak Video "Ditarik BPOM, Berikut Daftar Obat Maag yang Berisiko Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)