Selasa, 19 Mei 2020 18:00 WIB

Catat Syarat Aman Konsumsi Junk Food Saat Buka Puasa Menurut Dokter Gizi

Anjar Mahardhika - detikHealth
assorted junk food Catat syarat aman konsumsi junk food saat buka puasa menurut dokter gizi. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Junk food menjadi pilihan banyak orang sebagai menu berbuka puasa. Alasannya tentu saja karena junk food dinilai praktis.

Dokter gizi dari Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, menjelaskan mengkonsumsi junk food saat berbuka puasa tidak dilarang. Namun ia mengingatkan untuk tidak mengkonsumsinya terlalu sering.

"Jadi memang, kalau hanya satu kali dalam satu atau dua minggu itu oke. Tetapi kalau tiap hari, tentu tidak dianjurkan," ujar dr Fiastuti saat dihubungi detikcom, Selasa (19/5/2020).

Mengkonsumsi junk food berlebihan dalam waktu yang sering dapat menimbulkan masalah bagi tubuh. Kadar lemak yang terdapat di dalamnya dapat menyebabkan penyakit kolesterol.

"Tapi kalau itu kita makan terus menurus akibatnya lemak di dalam darah itu bisa terganggu, bisa kolesterolnya tinggi. Makan ayam yang berlemak kulitnya tebal, itu kan menyebabkan risiko untuk penyakit-penyakit yang lemaknya tinggi bisa datang," lanjutnya.

Ia mengingatkan saat berbuka puasa sebaiknya diawali dengan makan atau minum yang manis. Hal ini, untuk meningkatkan kadar glukosa darah yang turun selama berpuasa seharian.

"Jadi pasti kalau awal buka kita harus buka dengan yang manis. Tujuannya untuk menggantikan kadar glukosa darah yang sudah turun," tutupnya.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)