Selasa, 19 Mei 2020 18:41 WIB

Jangan Langsung Makan Berat Usai Buka Puasa, Ini Waktu Idealnya

Anjar Mahardhika - detikHealth
top view muslim family enjoy the iftar meal dinner together in dining room Jangan langsung makan berat usai buka puasa, ini waktu idealnya. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Tak sedikit masyarakat yang berbuka puasa langsung makan berat menggunakan nasi beserta lauk pauknya. Salah satu alasan banyaknya orang melakukan hal ini adalah faktor kebiasaan.

Menurut dokter gizi dari Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, pada dasarnya tak masalah berbuka puasa dengan makanan berat. Hal itu kembali lagi pada kebiasaan makan masing-masing orang.

"Kalau saluran cernanya terbiasa dan tidak ada ada keluhan apa-apa yang ya nggak apa-apa, silahkan. Tetapi kalau saluran cernanya terganggu, kita makan tidak terlalu berat dulu," ungkap dr Fiastuti saat dihubungi detikcom, Selasa (19/5/2020).

Namun, dr Fiastuti menganjurkan masyarakat untuk makan ringan terlebih dahulu saat berbuka. Disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang manis dan tidak terlalu berat.

"Kalau saya sih menganjurkan, karena kita sudah 14 jam tidak terisi makanan, sebaiknya makanan kecil dulu. Makanan manis yang penting mengganti kadar glukosa darah," tambahnya.

Ia menyebut waktu ideal makan berat saat berbuka puasa sebaiknya berjarak 30-45 menit. Makan berat saat puasa bagi sebagian orang yang tidak terbiasa dapat menyebabkan masalah dalam sistem pencernaan, seperti sembelit, dan rasa ingin muntah.

"Kalau ditanya berapa jam? biasanya kita ga lama-lama. Abis salat magrib, baru abis itu makan. Ya mungkin setengah jam sampai 45 menit," kata dr Fiastuti.

"Karena kalau kita langsung isi makanan berat terus baru salat magrib, kan nggak enak juga kalau perut penuh terus kita salat. Mungkin kaya mau muntah gitu kan, nah maksudnya supaya hal ini tidak terjadi," tutupnya.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)