Rabu, 20 Mei 2020 15:00 WIB

Ini Alasan Memasak Bikin Kamu Tetap Waras di Kala Pandemi Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
ilustrasi memasak Memasak bis bantu jaga kesehatan mental saat wabah Corona. (Foto: iStock)
Jakarta -

Selama masa PSBB dan imbauan untuk tetap berada di rumah, banyak yang jadi punya hobi baru. Salah satunya: memasak. Adanya anjuran untuk tinggal di rumah membuat sebagian besar orang jadi sering memasak dan berkreasi di dapur. Entah itu sekadar buat lauk sampai memanggang roti dan kue.

Beberapa orang mengaku dengan memasak, mereka merasa jauh lebih rileks dan fokus saat menjalani hari-hari di tengah wabah COVID-19. Tak mengherankan karena telah banyak penelitian yang menyebut memasak dan memanggang menjadi obat untuk mengatasi stres atau perasaan sedih.

Memasak memberikan seseorang rasa pencapaian, terutama dalam masa kecemasan yang tidak berujung. Memasak atau memanggang memberikan kita sesuatu yang konkret untuk dibuat, dikendalikan, dan dinikmati.

"Hal ini membantu mengurangi kecemasan yang berasal dari ketidaktahuan saat berurusan dengan pandemi," kata Michael Kocet, seorang penasihat kesehatan mental dan profesor berlisensi dan Ketua Departemen Pendidikan Konselor di Chicago School of Professional Psychology, dikutip dari CNN International.

Menguleni adonan, mengatur takaran, memberikan kita waktu untuk tetap fokus dan berefleksi. Langkah-langkah yang dilalui saat memasak membutuhkan kesabaran dan ketelitian yang dapat membantu seseorang merasa tetap waras dan fokus.

Selain itu dengan memposting hasil masakan di media sosial dan menerima umpan balik yang positif dari orang lain dapat meningkatkan kepercayaan diri kita.

"Di situlah media sosial berperan dengan baik. Sekadar ungkapan 'wah kamu yang buat?' saya pikir sangat bisa membantu," tambahnya.

Jika ingin memulai 'terapi memasak' para ahli mendorong untuk mengawalinya dengan resep yang selalu ingin kamu coba. Bisa juga dengan bergabung ke klub memasak virtual atau berpartisipasi dengan berbagi foto kegiatan memasak di media sosial dengan tagar #quarantinebaking atau sejenisnya.

Apabila merasa stres saat mulai memasak, ketahuilah bahwa tidak perlu membuat sesuatu dengan hasil sempurna. Kegiatan ini adalah tentang bagaimana kita menikmati diri, bereksperimen dan mencoba sesuatu yang baru.

"Bagaimana orang menjaga kesehatan mental dan kebugarannya? Memasak dan memanggang tentu saja bisa menolong," pungkas Kocet.



Simak Video "IDI Sebut Hasil Negatif Palsu Bisa Jadi Lewat Rapid Test"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)