Rabu, 20 Mei 2020 17:51 WIB

Mobilitas Warga Meningkat, IDI Minta Masyarakat Tetap di Rumah

Achmad Syauqi - detikHealth
Pemudik bersiap turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (19/5/2020). Pada H-5 Idul Fitri, arus mudik di Pelabuhan Ketapang terpantau ramai penumpang pejalan kaki dari Pulau Bali, sedangkan dengan tujuan Pulau Bali didominasi angkutan logistik. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc. Mobilitas warga jelang lebaran meningkat. (Foto: ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)
Klaten -

Menyikapi meningkatnya mobilitas masyarakat jelang lebaran, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Klaten tetap meminta masyarakat stay at home atau tetap berada di rumah. Stay at home penting untuk memutus rantai penyebaran virus Corona COVID-19.

"Kalau IDI masih seperti sebelumnya tetap tegas, putus mata rantai penyebaran dengan stay at home. Selain itu pakai masker dan cuci tangan dan masalah kebijakan publik menjadi kewenangan pemerintah," ungkap Ketua IDI Kabupaten Klaten, dr M. Husen Prabowo pada detikcom, Rabu (20/5/2020) siang.

Menurut Husen, menyikapi kondisi banyaknya keramaian warga seperti saat ini, dirinya pesimistis imbauan pemerintah akan ditaati. Jika itu terjadi, potensi penularan COVID bisa terus terjadi.

"Orang banyak yang mempunyai keinginan yang berbeda-beda. Kalau ada sebuah imbauan tetapi peluang keramaian masih ada, saya kok sangat yakin tidak mungkin memenuhi protokol yang ditetapkan," sambung Husen.

Dengan begitu, sambung Husen, usaha penanganan nanti harus kembali dari awal.

"Usaha yang sudah dilakukan selama beberapa bulan terakhir akan potensi diulangi dari awal. Ketidaknyamanan yang kita rasakan semua dari Maret kemarin akan sangat panjang," jelas Husen.

Husen berharap pemerintah tegas dalam penanganan Corona. Tujuannya agar pendemi segera berlalu.

"Harapannya pemerintah bersikap tegas, aturlah kami semua. Agar pandemi ini segera kita lewati bersama dengan baik," imbuh Husen.

Memperingati Hari Bakti Dokter 20 Mei, para dokter di tengah penanganan pandemi dijelaskan Husen juga menyempatkan bakti sosial dengan membeli kebutuhan sehari-hari dari masyarakat sekitar.

"Selain membeli dari warga sekitar, anggota IDI dimintai menggunakan jasa tetangga untuk bantu-bantu dan memberi bantuan kemasyarakat miskin," pungkas Husen.

Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Pemkab Klaten Dr Roni Reokmito meminta masyarakat tetap stay at home di tengah pandemi. Sebab jika terjadi ledakan kasus, kemungkinan tim medis akan kewalahan karena jumlah terbatas.

"Masyarakat harus tetap stay at home. Sebab itu jalan terbaik memutus mata rantai penyebaran COVID 19 dan dokter spesialis paru sangat terbatas sebab di Klaten hanya ada 8 orang," jelas Roni.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)