Jumat, 22 Mei 2020 12:22 WIB

Merasa Emosional Kala Pandemi Corona? Jangan 'Malu' Menangis

Ayunda Septiani - detikHealth
side profile stressed sad young crying man sitting outside holding head with hands looking down. Human emotion feelings Menangis bisa jadi hal sehat untuk dilakukan. (Foto: iStock)
Jakarta -

Untuk sebagian orang, menangis dianggap memalukan atau lemah. Namun di situasi seperti ini, setetes dua tetes air mata bisa saja timbul tanpa sadar. Ini bukan hal yang buruk. Sebaliknya ini adalah hal yang wajar. Menangis bisa membantu Anda menghadapi situasi krisis akibat pandemi virus Corona COVID-19.

Kirsty Lilley, spesialis kesehatan mental menuturkan menangis adalah respon alami terhadap emosi yang membludak. Menurutnya menangis memiliki efek menyembuhkan yang unik pada emosi dan mental. Jadi saat air mata akan keluar, jangan ditahan apalagi dilawan.

"Saat Anda merasa kesal akhir-akhir ini, ingat menangis itu normal. Terlebih menangis kadang bisa melepas stres. Air mata memiliki fungsi sedatif sehingga bisa menurunkan emosi," kata Lilley mengutip dari Metro, Jumat (22/5/2020).

Manusia memiliki tiga jenis air mata berbeda yakni basal, refleks, dan emosional. Basal berarti air mata yang terus dikeluarkan saluran air mata, ini merupakan cairan antibakteri plus protein yang membantu mata tetap lembab tiap kali berkedip.

Refleks artinya air mata keluar karena dipicu penyebab iritasi seperti angin, asap atau irisan bawang, air mata ini keluar sebagai bentuk perlindungan.

Kemudian emosional adalah saat manusia menangis karena respons kondisi emosi. Air mata dari tangisan seperti ini mengandung banyak hormon stres.

"Ingat, banyak yang telah terjadi selama ini. Kita semua telah melalui lonjakan adrenalin kolektif yang telah mendorong kita bertindak dan membantu kita menavigasi bab pertama. Bagi banyak orang, ini akan memicu respons 'fight or flight' yang mengarah ke perasaan emosi yang tinggi," ujarnya.

Sebuah studi menemukan menangis memiliki efek langsung yakni memberikan rasa lega. Studi pada 2014 ini menyebut menangis bisa mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang membantu orang untuk rileks. Ini tidak aneh sebab menangis membantu melepas hormon oksitosin dan endorfin. Keduanya membantu mengurangi rasa sakit dan mendorong pikiran positif.

Karena sebagian orang dibiasakan dan terbiasa mengabaikan emosi, ada baiknya mulai beradaptasi dan nyaman dengan air mata. Life coach Nadia O'Boye berkata langkah pertama adalah dengan mengakui bahwa Anda punya alasan valid untuk menangis.

"Bicarakan dengan orang yang Anda percaya dan Anda akan lebih didengar. Normalisasi pelepasan emosi bisa membantu Anda mengerti bahwa tidak apa-apa menangis. Anda akan mendapat kepastian bahwa menangis itu tidak apa-apa dan akan 'dihargai' dengan dukungan emosional," jelasnya.



Simak Video "AS 'Nyerah' Kendalikan Corona, WHO: Itu Bahaya!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)