Jumat, 22 Mei 2020 17:01 WIB

Tak Capai Target Jokowi, Tes Corona 22 Mei Sebanyak 9.359 Spesimen

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Tes spesimen tidak sesuai target Presiden Joko Widodo. (Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Presiden Joko Widodo menetapkan target pemeriksaan virus Corona COVID-19 sebanyak 10 ribu tes perhari. Pada Jumat (22/5/2020), jumlah spesimen yang diperiksa hanya mencapai 9.359.

Angka tersebut terdiri dari 9.082 spesimen pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan 277 tes cepat molekuler (TCM).

Jumlah laboratorium yang aktif sebanyak 69 laboratorium RT PCR dan 35 laboratorium TCM. Laboratorium jejaring sebanyak 145, terdiri dari 94 lab RT-PCR dan 51 lab RCM.

Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh telah mencapai 5.057 (24,3 persen dari total terkonfirmasi) dan yang meninggal menjadi 1.326 (6,4 persen dari total terkonfirmasi).

Berikut ini detail perkembangan kasus virus Corona COVID-19 pada Jumat (22/5/2020):

1. Jumlah kasus positif bertambah 634 menjadi 20.796.
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 219 menjadi 5.057.
3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 48 menjadi 1.326.

Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB hari ini.

Sebelumnya pada Kamis (21/5/2020), jumlah akumulatif kasus positif berada di angka 20.162, dengan 4.838 di antaranya sembuh dan 1.278 meninggal.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/fds)