Jumat, 22 Mei 2020 17:22 WIB

Buka Puasa dengan Kurma, Bagaimana dengan Penyandang Diabetes?

Akfa Nasrulhak - detikHealth
juicy Dried date fruits or kurma, ramadan meal with mint leaf, flat lay Foto: iStock
Jakarta -

Sudah tak asing bagi Anda jika berbuka puasa dengan sesuatu yang manis. Namun, salah satu yang menjadi perhatian, bagaimana dengan para penyandang diabetes yang harus adanya batasan mengonsumsi gula. Pasalnya, lonjakan gula yang tiba-tiba usai berbuka puasa bisa berbahaya bagi pasien diabetes.

Meski begitu, Menurut Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita, penyandang diabetes diperbolehkan untuk konsumsi kurma dalam jumlah yang terbatas. Konsumsi setidaknya 2-3 potong kurma sehari asalkan mereka berhati-hati dan mempertahankan kebiasaan makan sehat secara keseluruhan.

"Kurma memiliki kandungan nutrisi yang baik namun kalori kurma lebih tinggi daripada kebanyakan buah segar. Kurma mengandung protein, karbohidrat, serat, lemak, kalsium, zat besi, vitamin A hingga vitamin C," ujar dr Adeline kepada detikHealth, Jumat (22/5/2020).

Dengan mengkonsumsi kurma sekitar 2-3 potong ukuran sedang, lanjut dr Adeline, cukup untuk membantu mengembalikan kebutuhan kalori yang hilang saat berpuasa. Selain itu juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan pencernaan karena kandungannya yang tinggi akan serat.

Menurut dr Adeline, bagi orang sehat pun dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes jika mengonsumsi kurma secara berlebihan. Sebab, adanya kadar fruktosa (gula yang berasal dari buah) yang tinggi.

"Setiap butir kurma seberat 24 gram, setidaknya mengandung 67 kalori, dan 18 gram karbohidrat. Kadar karbohidrat yang tergolong tinggi ini juga cukup mempengaruhi kadar gula darah," jelasnya.

Lebih lanjut dr Adeline menjelaskan kurma memiliki indeks glikemik rendah yaitu antara 44-53. Indeks glikemik yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh makanan terhadap kadar gula darah dan insulin. Indeks glikemik diukur pada skala 0 sampai 100.

"Kadar karbohidrat makanan disebut rendah saat indeks glikemik di bawah 55 dan tinggi saat kadarnya di atas 70. Sehingga makanan dengan indeks glikemik yang rendah tidak menyebabkan insulin dan gula darah naik langsung secara cepat namun perlahan. Diabetesi umumnya lebih disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah, agar gula darahnya tidak melonjak," jelas dr Adeline.

Selain gula, lanjut dr Adeline, penyandang diabetes juga harus membatasi asupan karbohidrat karena itu akan dicerna menjadi gula (glukosa) dalam tubuh. Oleh karena itu, jika ingin konsumsi buah kurma, tentu disarankan untuk diimbangi dengan pola makan yang seimbang agar membantu menjaga kadar gula darah tetab dalam kondisi stabil.

Selain itu, agar kadar gula darah tetap terjaga para diabetesi juga dapat mengonsumsi Diabetasol. Diabetasol memiliki kandungan karbohidrat lepas lambat, tinggi serat, protein, omega 3 dan vitamin (vitamin A, C, E) dan zinc untuk bantu jaga gula darah dan jaga daya tahan tubuh agar lancar puasanya.



Simak Video "Penyandang Diabetes Tetap Aman Pergi ke RS saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)