Rabu, 27 Mei 2020 10:33 WIB

Ilmuwan Temukan Pasien Corona Alami Gejala Mata Berair

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Beautiful blond woman with painted eye Ilmuwan temukan gejala baru virus Corona yaitu mata berair. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Wabah virus Corona COVID-19 saat ini sudah menginfeksi jutaan orang di dunia. Berbagai gejala pun dirasakan, mulai dari demam hingga kehilangan kemampuan pada indra penciuman dan perasa.

Namun, sebuah penelitian mengklaim bahwa seseorang yang mengeluarkan air mata lebih banyak dari biasanya berisiko terinfeksi virus tersebut. Para ilmuwan ini mengklaim sejumlah pasien COVID-19 mungkin juga mengalami epifora atau mata berair yang berlebihan.

Dikutip dari Express, ilmuwan di China tersebut menemukan gejala ini pada pasien Corona di bulan Februari 2020 lalu. Mereka menganalisis 12 pasien COVID-19, tujuh di antaranya mengembangan lebih banyak air mata dari biasanya.

Epifora bisa menyebabkan aliran air mata yang berlebihan dan keluar terus-menerus. Jumlah air mata yang dihasilkan karena kondisi ini pun bisa jauh lebih banyak dari keadaan normalnya.

Meski begitu, kondisi epifora ini juga bisa disebabkan karena hal lain atau kondisi mata orang tersebut memang sedikit berair. Selain itu, epifora juga menyebabkan mata merah, pegal, penglihatan kabur, dan rasa sakit yang tajam di mata.

Tanda ini juga bukan berarti sudah pasti terinfeksi virus Corona, bisa saja disebabkan infeksi biasa atau hal lainnya. Tapi, jika epifora ini terjadi bersamaan dengan munculnya gejala virus Corona yang lebih umum, mungkin kondisi ini menandakan ada virus tersebut di tubuh.

Jika mengalami mata berair berlebihan disertai gejala COVID-19 lainnya, segera hubungi dokter atau kunjungi layanan medis terdekat untuk didiagnosis lebih lanjut.



Simak Video "WHO Kunjungi China Pekan Ini untuk Telusuri Asal COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)