Rabu, 27 Mei 2020 13:30 WIB

5 Fakta Face Shield yang Lagi Nge-Hits di Masa New Normal

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Plaza Marina mewajibkan pengunjung dan karyawan menggunkan masker hingga face shield untuk mencegah penularan Corona. Itu dilakukan karena social distancing sudah diterapkan. 5 fakta face shield yang lagi ngehits di masa new normal. (Foto: Esti Widiyana)
Jakarta -

Tak cuman masker kain, face shield juga sedang naik daun terutama di masa new normal seperti saat ini. Dengan dibukanya kembali kantor dan beberapa aktivitas mulai berjalan normal, tiap orang ingin mendapatkan proteksi ganda agar tidak tertular virus Corona.

Mengenakan face shield atau pelindung wajah oleh beberapa pakar bahkan disebut memberikan perlindungan yang lebih baik. Pelindung wajah dapat melindungi mata dan bagian sekitarnya dari droplet yang mungkin mengandung partikel virus.

Jika dikenakan bersamaan dengan masker kain, pelindung wajah dapat mencegah masker menjadi basah. Selain itu, berikut fakta face shield yang lagi nge-hits di masa new normal dikutip detikcom dari berbagai sumber.

1. Mudah dibersihkan

Selain bisa digunakan berkali-kali, pelindung wajah juga bisa dibersihkan hanya dengan sabun dan air atau disinfektan umum

2. Lebih nyaman daripada masker

Face shield diklaim lebih nyaman digunakan daripada masker. Modelnya juga memungkinkan orang tidak sering menyentuh wajah.

3. Penghalang droplet

Pelindung wajah bisa berfungsi sebagai penghalang droplet yang dikeluarkan saat bernapas dan sebagai pelindung yang kuat saat seseorang batuk atau bersin di sekitar Anda.

4. Ekspresi wajah tidak tertutupi

Pelindung wajah sangat cocok bagi mereka yang ingin berkomunikasi dengan tuna wicara dan mereka sulit mendengar karena bahannya yang tembus pandang.

5. Bisa mengurangi pajanan virus hingga 90 persen

Meski belum ada penelitian langsung terkait Corona, studi sebelumnya menunjukkan perisai wajah mengurangi virus yang bisa diinhalasi sebesar 92 persen.

"Ketika penelitian ini dilakukan pada jarak 1 meter, pelindung wajah mengurangi virus yang dihirup sebesar 92 persen," tulis penelitian dari Iowa University.



Simak Video "WHO Sebut Butuh Waktu Lama untuk Kembali ke Kehidupan Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)