Jumat, 29 Mei 2020 12:00 WIB

Pakai Masker di Rumah Bisa Kurangi Penyebaran Corona hingga 70 Persen

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Seorang perempuan mengenakan masker putih. Pakai masker di rumah bisa cegah penyebarab Corona hingga 70 persen. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Sebuah studi baru menganjurkan bagi seseorang yang tinggal bersama keluarga untuk tetap mengenakan masker meski di rumah. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMJ Global Health menunjukkan bahwa memakai masker di rumah efektif menekan penyebaran virus hingga 79 persen, dengan catatan masker harus digunakan sebelum seseorang di dalam keluarga menunjukkan gejala.

Selain itu membersihkan rumah dengan cairan disinfektan disebut mampu mencegah Corona hingga 77 persen.

"Penelitian ini mengkonfirmasi adanya risiko penularan di rumah tangga sebelum timbulnya gejala. Pencegahan (non-farmasi) seperti penggunaan masker, disinfeksi dan jaga jarak sosial di rumah dapat mencegah penularan COVID-19 selama pandemi," tulis penelitian tersebut dikutip dari CNN International.

Studi yang dilakukan di China ini meneliti 460 orang dari 124 keluarga di Beijing yang tinggal bersama orang yang terinfeksi Corona dan menanyai mereka tentang kebersihan rumah serta perilaku lain selama masa pandemi.

Peneliti menemukan penyebaran dari orang yang terinfeksi pertama ke anggota keluarga lainnya terjadi di 41 dari 124 keluarga dengan total 77 orang terinfeksi, baik dewasa dan anak-anak.

Sementara itu keluarga yang membersihkan rumah secara rutin dengan disinfektan setiap hari, selalu membuka jendela dan menjaga jarak, berisiko lebih rendah menularkan virus bahkan jika hidup dalam satu rumah dengan banyak anggota keluarga.

Keluarga yang melakukan kontak harian yang dekat, seperti makan di sekitar meja atau menonton TV bersama-sama dikaitkan dengan peningkatan risiko 18 kali lipat. Kontak dekat setiap hari dengan anggota keluarga yang menunjukkan gejala meningkatkan risiko bagi orang lain, bahkan jika mereka mulai mengenakan masker pada saat itu, menurut penelitian.

Sebelumnya, pada Februari, otoritas kesehatan China mengatakan sebagian besar cluster COVID-19 yang mereka pelajari tidak berasal dari supermarket atau sekolah, melainkan keluarga. Pakar virus dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian China, Wu Zunyou, menyebut dari 1.000 kasus cluster yang diteliti, 83 persen diidentifikasi sebagai kelompok keluarga.



Simak Video "Masker Katup Tak Mampu Tangkal Penularan Covid-19 "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)