Jumat, 29 Mei 2020 13:38 WIB

Masjid di Singapura Buka Lagi 2 Juni, Aturan 'New Normal' Diberlakukan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ngabuburit di Masjid Sultan Singapura Masjid di Singapura kembali dibuka, new normal diterapkan. (Foto ilustrasi: Muhammad Idris/detikcom)
Jakarta -

Masjid-masjid di Singapura akan dibuka kembali secara progresif mulai 2 Juni mendatang. Dimulai dengan penyediaan ruangan terbatas.

Namun salat berjamaah dan salat Jumat tetap ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Pembatasan kembali dibukanya masjid ini demi menghindari kemungkinan kasus virus Corona COVID-19 baru sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona, demikian imbauan Dewan Agama Islam Singapura (Muis) pada hari Rabu (27/5/2020).

Sebelumnya, masjid-masjid di Singapura ditutup pada 13 Maret lalu. Layanan-layanan pembelajaran Islam sementara berjalan online, salat berjamaah dan kegiatan-kegiatan bersama ditunda sekaligus diimbau untuk beribadah di rumah saja.

"Langkah-langkah pencegahan semaksimal mungkin untuk mengurangi kemungkinan gelombang kedua virus Corona COVID-19 ketika negara mencoba kembali pada fase pertama pelonggaran," jelas Muis, dikutip dari The Straits Times pada Jumat (29/5/2020).

Dari 2 hingga 7 Juni, masjid akan dibuka untuk jam operasional terbatas antara jam 1 siang dan 6 sore waktu setempat. Sebagian besar masjid akan memungkinkan ibadah secara individu untuk salat lima waktu setiap hari mulai 8 Juni.

Selain mendisinfeksi ruang umum secara rutin, setiap orang yang datang ke masjid harus melalui pengecekan suhu. Prioritas ibadah diberikan kepada mereka yang sedang dalam perjalanan penting dan tidak memiliki tempat yang layak untuk beribadah. Misalnya kurir jasa ekspedisi, sopir kendaraan sewaan, hingga sopir taksi.

"Kami juga mendesak anggota masyarakat lain yang masih bisa melakukan ibadah di rumah untuk tetap di rumah," kata Muis.

Mereka yang diperbolehkan beribadah di masjid harus mematuhi langkah-langkah protokol kesehatan termasuk mengenakan masker dan membawa alat salat sendiri.

"Karena itu, kami mendesak masyarakat untuk bekerja sama dengan para pemimpin masjid untuk terus mengekang penyebaran virus Corona dengan mengadopsi tindakan pencegahan yang diperlukan ketika mengunjungi masjid kami, dan untuk mengunjungi masjid selama periode ini hanya jika diperlukan," tegasMuis.



Simak Video "Kasus Corona DKI Jakarta Lebih Tinggi dari 3 Negara Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)