Jumat, 29 Mei 2020 19:15 WIB

Eksperimen Ini Simulasikan Persebaran Virus Corona dalam Ruangan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
This sweet little girl shows the viewer the correct way to sneeze or cough by using the inside of her elbow and not her hands. Virus Corona COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Peneliti di Finlandia merilis video mengerikan yang menunjukkan bagaimana droplet yang terinfeksi virus Corona bisa menyebar di dalam ruangan. Para peneliti dari Universitas Aalto, yang bekerja sama dengan Institut Meteorologi Teknis VTT dan Universitas Helsinki menyelidiki transmisi atau penularan virus lewat udara.

Bahkan peneliti dari Universitas Helsinki menyebut ini sebagai risiko yang akan terjadi, jika pembatasan atau lockdown di suatu wilayah dilonggarkan. Dalam video tersebut, terlihat bagaimana droplet dengan berbagai ukuran bergerak dalam aliran udara di suatu ruangan selama 4 menit.

Droplet yang berukuran besar akan jatuh ke tanah dalam beberapa menit. Sedangkan droplet yang lebih kecil akan tetap mengudara sebagai partikel aerosol, yang bisa bertahan hingga beberapa menit bahkan jam.

"Ketika seseorang berbicara, batuk, atau bersin, droplet yang keluar dari saluran pernapasan akan membawa patogen virus Corona terbang di udara," kata salah satu peneliti yang dikutip dari Fox News, Kamis (28/5/2020).

"Simulasi ini menunjukkan hampir semua droplet berukuran kurang dari 50 mikrometer akan bertahan lama di udara dalam ruangan, sebelum akhirnya jatuh ke bawah. Mungkin partikel ini mengandung cukup patogen virus yang bisa menyebabkan infeksi," ujar asisten profesor Universitas Aalto, Ville Vuorinen.

Mereka mengakui risiko infeksi mungkin terjadi jika rutin terpapar patogen tersebut selama beberapa minggu. Vuorinen mengatakan hanya dari satu orang yang terinfeksi, bisa cukup membuat awan partikel di udara dan bisa menginfeksi banyak orang di dekatnya.

"Orang yang bergejala bisa mengeluarkan 10 hingga 500 partikel aerosol per meter kubik. Jika orang terpapar 100 partikel, maka orang itu bisa terinfeksi dalam hitungan menit hingga jam kemudian," jelas Vuorinen.



Simak Video "Percepat Target Vaksin COVID-19, WHO: Butuh Dana Rp 449 T"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)