Selasa, 02 Jun 2020 07:33 WIB

Studi: 1 Dari 10 Pasien Corona dengan Diabetes Meninggal Dunia

Ayunda Septiani - detikHealth
In this Thursday, Jan. 23, 2020, photo, a staff member wearing a hazardous materials suit hauls a bin at a hospital that reported a coronavirus death in Yichang in central Chinas Hubei Province. China is swiftly building a 1,000-bed hospital dedicated to patients infected with a new virus that has killed 26 people, sickened hundreds and prompted unprecedented lockdowns of cities during the countrys most important holiday. (Chinatopix via AP) Studi sebut satu dari sepuluh pasien Corona dengan diabetes meninggal dunia. (Foto: Xiong Qi/Xinhua via AP)
Jakarta -

Satu dari 10 pasien virus Corona dengan diabetes meninggal dalam tujuh hari pertama. Sedangkan satu dari lima pasien membutuhkan ventilator untuk bernapas. Hal ini diungkapkan dalam sebuah penelitian dari Prancis.

Menurut para ahli kesehatan, diabetes adalah salah satu kondisi kesehatan mendasar yang menempatkan orang pada peningkatan risiko gejala COVID-19 yang lebih parah.

"Sudah diketahui bahwa diabetes bisa meningkatkan risiko infeksi, terutama untuk influenza dan pneumonia," tulis para peneliti.

Dikutip dari CNN, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Diabetologia ini telah mengamati lebih dari 1.300 pasien virus Corona di 53 rumah sakit di Prancis antara 10 Maret dan 31 Maret. Sebanyak 89 persen pasien menderita diabetes tipe 2, 3 persen menderita diabetes tipe 1, dan sisanya memiliki penyakit lain. Mayoritas pasien adalah laki-laki dan usia rata-rata semua pasien dalam penelitian ini adalah 70 tahun.

Pada hari ketujuh penelitian, 29 persen dari pasien menggunakan ventilator atau meninggal. Para peneliti mengatakan 1 dari 5 pasien menggunakan ventilator dan 1 dari 10 telah meninggal, sementara 18 persen berhasil sembuh.



Dari studi tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa pasien dengan komplikasi diabetes mungkin meninggal dalam waktu seminggu. Mereka juga menemukan bahwa pasien 75 tahun atau lebih tua, berisiko 14 kali lebih mungkin meninggal daripada pasien di bawah 55 tahun, dan pasien berusia 65 hingga 74 tahun tiga kali lebih mungkin meninggal daripada mereka yang berusia di bawah 55 tahun.

Peneliti mengatakan mereka yang menderita sleep apnea dan sesak napas menghadapi tiga kali lipat risiko kematian pada hari ke tujuh. Pasien obesitas dengan diabetes juga lebih mungkin meninggal.



Simak Video "Kabar Terbaru dari Iran soal Uji Coba Obat Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)