Selasa, 02 Jun 2020 13:06 WIB

5 Fakta Ebola, Wabah Penyakit yang Muncul Lagi di Kongo

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Wabah Ebola di Kongo. 5 fakta tentang Ebola. (Foto: Reuters)
Jakarta -

Wabah Ebola kembali menyerang Republik Kongo. Setidaknya ada enam kasus yang terdeteksi di kota Mbandaka, dan empat di antaranya meninggal dunia.

"Kami menghadapi epidemi Ebola baru di Mbandaka. Kami akan bertindak cepat mengirimkan vaksin dan obat-obatan," kata Menteri Kesehatan Republik Kongo, Eteni Longondo, dikutip dari Reuters, Selasa (2/6/2020).

Ebola bukanlah penyakit baru. Virus penyebabnya sudah terdeteksi dari tahun 1976 di Republik Kongo, diduga berasal dari kelelawar buah.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut ini adalah lima fakta tentang Ebola.



1. Nama Ebola berasal dari nama sungai

Kasus pertama wabah Ebola diidentifikasi terjadi pada tahun 1976, di Zaire (sekarang Republik Demokratik Kongo). Wabah terjadi di Zaire bagian utara, di Desa Yambuku dekat Sungai Ebola, yang kemudian menjadi nama penyakit itu.

2. Menular lewat cairan tubuh

Virus Ebola dapat ditularkan melalui darah, muntah, feses, dan cairan tubuh lainnya dari orang yang mengidap penyakit ini. Bahkan virus juga bisa ditemukan dalam urine dan sperma.

Infeksi terjadi ketika cairan-cairan tubuh tersebut menyentuh mulut, hidung, dan luka terbuka.

3. Gejalanya mulai dari nyeri otot hingga perdarahan

Gejala awal adalah demam mendadak, nyeri otot, kelelahan, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Gejala ini pun diikuti dengan muntah, diare, ruam dan perdarahan.

Pasien Ebola cenderung meninggal karena dehidrasi dan kegagalan organ.

4. Tingkat kematiannya bisa mencapai 88 persen

Tingkat kematian Ebola sangat tinggi. Dari 318 orang yang dipastikan terinfeksi, 280 di antaranya meninggal. Artinya, tingkat kematiannya sekitar 88 persen.

5. Sudah ada vaksin

Menurut laman resmi WHO, sudah ada vaksin Ebola bernama rVSV-ZEBOV. Namun, vaksin ini belum mendapatkan izin edar. Sebab, masih perlu penelitian lebih lanjut meski studi awal menunjukkan vaksin tidak berbahaya dan bisa melindungi seseorang dari Ebola.

"Vaksin ini meski tidak mendapat izin komersil, sudah digunakan dalam 'perluasan akses' atau 'penggunaan terbatas' pada wabah Ebola di Kivu Utara. Vaksin ini juga digunakan pada wabah Ebola di Equateur bulan Mei-Juli 2018," tulis WHO.



Simak Video "Wabah Virus Ebola Kedua di Kongo Tewaskan 4 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)