Rabu, 03 Jun 2020 09:07 WIB

Saran Dekan FKUI Bila Ingin Memberlakukan New Normal di Sekolah

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Marak Diskriminasi, Kamboja Didik Murid Sekolah Soal LGBT+ Kegiatan belajar mengajar di sekolah. (Foto: DW (News))
Jakarta -

Berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut new normal atau kehidupan normal yang baru di tengah pandemi Corona COVID-19. Tetapi bagaimana dengan new normal di sekolah?

Hingga kini belum ada keputusan pasti kapan new normal di sekolah akan diberlakukan. Meski begitu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, menyarankan apabila ingin memberlakukan new normal di sekolah, salah satu yang perlu diperhatikan adalah membatasi jumlah siswa yang masuk ke dalam kelas.

"Kalau sekolah mau dibuka ya harus dibatasi, kelas yang tadi isinya 40 kalau perlu hanya 10-15 buat sif pagi-sore," kata Prof Ari dalam live di akun Instagram pribadi miliknya, Selasa (2/6/2020).

Menurut Prof Ari, sebaiknya aktivitas di sekolah dilakukan hanya untuk kebutuhan praktik. Sementara itu kegiatan belajar-mengajar bisa dilakukan di rumah secara online.



"New normal itu memang seperti itu tidak seperti pendidikan dulu lagi. Guru di depan kelas menjelaskan, itu nggak perlu lagi. Artinya itu bukan untuk di situ, itu bisa dilakukan di online," jelas Prof Ari.

"Jadi hanya pada hal untuk kepentingan praktik saja," lanjutnya.

Namun sebelum semua itu dilaksanakan, Prof Ari menegaskan untuk tetap memperhatikan mitigasi atau penurunan risiko dampak dari bencana pandemi Corona. Tujuannya agar jumlah kasus tidak meningkat.

"Kalau mau diterapkan harus benar-benar dilakukan mitigasi yang baik mengenai jumlah kasus yang meningkat," tuturnya.



Simak Video "Panduan Beraktivitas di Ruang Publik Era New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)