Rabu, 03 Jun 2020 13:08 WIB

Surabaya 'Zona Hitam', Kenali Arti Warna Zona Wilayah Infeksi Virus Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Memutus mata rantai penyebaran COVID-19, salah satu pasar di Surabaya menerapkan physical distancing dan sosial distancing. Seperti apa? Surabaya jadi salah satu kota dengan jumlah infeksi Corona terbanyak. (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Jakarta -

Surabaya menjadi salah satu kota dengan jumlah infeksi virus Corona terbanyak di Indonesia. Dalam peta sebaran COVID-19 yang bisa diakses pada situs infocovid19.jatimprov.go.id warna pengkodean wilayah Surabaya berwarna hitam.

"Kemudian ada yang tanya, itu (di peta) kok ada yang hitam. Itu bukan hitam tapi merah tua. Seperti Sidoarjo yang angka kasusnya 500 sekian merah sekali, kalau angkanya dua ribu sekian (seperti di Surabaya) merah tua," kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Pengkodean warna di berbagai wilayah dimaksudkan untuk memetakan daerah mana saja yang terkena dampak virus Corona berdasarkan banyaknya infeksi. Namun warna tersebut hanya sebagai simbol. Tiap daerah memiliki pengkodean khusus untuk menentukan jumlah sebaran infeksi di wilayahnya.

Tetapi secara umum beberapa pengkodean yang dipakai misalnya hijau, kuning, oranye, atau merah. Berikut penjelasannya dikutip dari New England Complex Systems Institute.

1. Zona hijau

Zona hijau berarti wilayah yang belum terkontaminasi dengan kasus atau tidak ada pendatang dari wilayah yang terinfeksi.

Untuk mempertahankan suatu wlayah tetap ada di zona hijau maka mekanisme pencegahan dan penularan penyakit harus terus dijalankan seperti jaga jarak sosial, menggunakan masker, dan cuci tangan. Selain itu melakukan pemeriksaan terhadap orang yang kembali dari bepergian, dan mewajibkan karantina selama 14 hari untuk para pendatang dari daerah yang terkontaminasi.

2. Zona kuning

Zona kuning adalah wilayah yang terdapat beberapa kasus penularan lokal tanpa adanya penularan dalam bentuk komunitas. Upaya yang bisa dilakukan untuk menahan laju penyebaran adalah mulai mengidentifikasi kasus yang dikonfirmasi, melakukan skrining, melakukan uji kesehatan hingga isolasi mandiri.

3. Zona oranye

Zona ini merujuk pada wilayah yang dekat dengan zona merah. Area ini juga merupakan daerah yang telah melaporkan kasus namun tidak ada lonjakan kasus positif dalam waktu dekat.

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan di antaranya tidak bepergian sementara, hindari pertemuan sosial, melakukan disinfeksi tempat-tempat umum, melakukan tes pada masyarakat yang menunjukkan gejala, menjaga jarak, dan melakukan isolasi mandiri.

4. Zona merah

Zona merah adalah wilayah dengan banyaknya kasus yang dikonfirmasi. Pada zona ini, kebijakan lockdown mulai diberlakukan untuk menghindari bertambahnya kasus dan korban akibat penyakit menular.

Saat suatu wilayah ditetapkan sebagai zona merah maka segala kegiatan harus dilakukan di rumah. Pembatasan perjalanan juga semakin ketat dilakukan, menjauhi kontak dengan orang luar, menjaga kebersihan, mengkarantina pasien yang positif, dan membuat fasilitas khusus untuk mereka.

5. Zona hitam

Beberapa daerah di Indonesia menggunakan pengkodean dengan zona hitam. Artinya di wilayah tersebut kasus infeksi dan penularan COVID-19 sudah sangat banyak dan adanya lonjakan kenaikan kasus per hari.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc, menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk merubah 'zona hitam' kembali ke hijau.

Tahapan pertama yang penting dilakukan adalah dengan menutupnya mal-mal di Surabaya. Kemudian fokus pada daerah atau RW, kelurahan kecamatan, yang banyak kasusnya untuk diisolasi. Selain itu 80 persen penduduk harus bekerja dari rumah.



Simak Video "Heboh Jadi 'Zona Hitam' Corona, #SurabayaWani Puncaki Trending Topic"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)