Kamis, 04 Jun 2020 17:30 WIB

Mengapa Ada Banyak Orang Simpati Kasus Meninggalnya George Floyd?

Anjar Mahardhika - detikHealth
Aksi unjuk rasa yang memprotes perlakuan oknum polisi AS terhadap George Floyd hingga berujung kematian terjadi di berbagai negara dunia. Berikut potretnya. Mengapa ada banyak orang simpati atas kasus meninggalnya George Floyd? (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Kasus kematian George Floyd mengundang simpati banyak warga dunia termasuk Indonesia. Banyak orang menyuarakan protes akibat perlakukan polisi Minneapolis yang dinilai rasis.

Walaupun kasus ini berada jauh dari Indonesia, tetapi banyak yang simpati terkait kasus meninggalnya George Floyd. Mengapa begitu?

Psikolog Ghianina Armand, MSc, Child Development, Konselor dari Personal Growth menyebut sensitivitas yang terjadi di masyarakat Indonesia terkait kasus George kemungkinan karena kesamaan latar belakang keberagaman. Terlebih isu rasisme yang dinilai Ghianina masih sering terjadi di Indonesia.

"Ada kelompok mayoritas dan minoritas juga, tergantung lokasi dimana kita berada. Sehingga masyarakat mulai melihat bahwa adanya persamaan antara kondisi yang terjadi di negara kita dan Amerika, yaitu negara dengan keberagaman (diversity)," kata Ghianina saat dihubungi detikcom, Kamis (4/6/2020).

"Masyarakat Indonesia bisa mengaitkan isu rasisme yang menjadi dasar kasus George Floyd dengan isu rasisme yang masih dihadapi di Indonesia," sambungnya.

Selain itu, Ghianina menyebut manusia merupakan makhluk sosial yang memiliki empati tinggi. Jadi otomatis menyuarakan hal-hal yang menurutnya tidak adil. Termasuk riwayat merasakan kondisi serupa dengan yang terjadi seperti kasus George membuat masyarakat bisa lebih sensitif. Meskipun berada jauh dari tempat kejadian.

Dihubungi secara terpisah, psikolog Nuzulia Rahma Tristinarum dari Psikolog Pro Help Center dan juga penulis buku mengatakan timbulnya sensitivitas dari masyarakat karena berkaitan dengan kasus kemanusiaan.

"Maka saat ada kejadian George Floyd, walaupun dia dari tempat yang jauh tetapi kita mampu merasakan juga dan turut berempati," kata Rahma saat dihubungi detikcom, Rabu (4/6/2020).

Senada dengan Ghianina, Rahma menyebut alasan timbulnya empati tersebut karena manusia merupakan makhluk sosial.

"Kita juga makhluk sosial yang sama, artinya punya hak dan kewajiban sama dalam kehidupan sosial. Karena kesamaan itu maka kita bisa merasakan apa yang dirasakan manusia lainnya," pungkas Rahma.



Simak Video "Kata WHO soal Kerumunan Massa di Aksi Protes George Floyd"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)