Minggu, 07 Jun 2020 15:12 WIB

Studi: Golongan Darah A Berisiko Alami Kondisi Serius karena Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi darah merah Golongan darah A berisiko alami kondisi serius karena Corona. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Para peneliti di Jerman menemukan golongan darah tertentu berisiko alami kondisi serius saat terkena virus Corona. Temuan yang belum dipublikasikan dalam jurnal ini menemukan dua poin dalam genom manusia yang dikaitkan dengan peningkatan risiko gagal napas pada pasien Corona.

Salah satu poinnya adalah gen yang menentukan golongan darah. Ditemukan, pasien dengan golongan darah A 50 persen lebih tinggi alami risiko serius karena Corona hingga membutuhkan oksigen atau menggunakan ventilator.

Para peneliti mengambil sampel darah dari 1.610 pasien Corona di rumah sakit Italia dan Spanyol yang membutuhkan oksigen atau harus menggunakan ventilator. Mereka mengekstraksi DNA dan memindainya menggunakan teknik yang disebut genotyping.

Mereka kemudian membandingkan temuan ini dengan 2.205 donor darah yang tidak memiliki virus Corona COVID-19. Kemudian mereka melihat DNA pasien COVID-19 untuk menentukan apakah mereka memiliki kode genetik yang sama.

Namun, Andre Franke, profesor kedokteran molekuler di University of Kiel dan penulis utama studi tersebut, mengatakan belum ada kepastian apakah golongan darah dengan kondisi serius ini benar-benar berkaitan. Para peneliti belum meyakini mengapa ada keterkaitan di antara golongan darah dan kondisi kritis pasien Corona.

"Kami belum bisa menguraikan apakah sebenarnya golongan darah itu yang menunjukkan risiko atau beberapa varian genetik yang terkait dengan golongan darah. Kami memperkirakan perlindungan 50 persen lebih tinggi untuk (golongan darah) O dan risiko 50 persen lebih tinggi untuk (golongan darah) A," kata Prof Franke, dikutip dari Telegraph UK, Minggu (7/6/2020).

Sementara itu, Sakthi Vaiyapuri, profesor di bidang farmakologi kardiovaskular di Reading University yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa kelompok darah yang berbeda memiliki antibodi yang berbeda. Hal ini dapat memberikan perlindungan terhadap beberapa penyakit tetapi tidak pada yang lain.

"Mekanisme molekuler di balik golongan darah yang diperantarai perlindungan atau kerentanan untuk beberapa penyakit masih kurang dipahami," jelas Sakthi.



Simak Video "Golongan Darah A Paling Berisiko Terinfeksi Parah Sars-CoV-2"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)