Kamis, 11 Jun 2020 12:45 WIB

Saat Pelukan Dianggap Lebih Aman Hindari Penularan Corona daripada Salaman

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi wanita berpelukan Saat berpelukan dianggap lebih aman dari salaman. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Virolog Belgia Marc Van Ranst meyakini berpelukan lebih aman dibanding berjabat tangan untuk menghindari potensi penularan virus Corona. Pernyataannya ini datang usai Belgia mengumumkan pelonggaran lockdown pada Senin (8/6/2020).

Mengutip New York Post, Van Rast mengatakan hal ini bukan berarti bisa memeluk semua orang tanpa menghindari risiko penularan. Ia tetap menyarankan agar selektif untuk memeluk seseorang contohnya hanya orang-orang terdekat saja.

"Pelihara pelukan bagi orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan Anda," jelas Van Rast.

Sebelumnya ahli bedah umum Amerika Serikat (AS) Jerome Adams juga mengklaim kalau "salam siku" merupakan tata cara bersapa paling aman saat ini. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menentang gerakan itu karena melanggar jarak batas aman yang selama ini ditetapkan yaitu 1 hingga 2 meter.

Meski begitu diketahui hingga saat ini kontak dekat dengan orang lain perlu dihindari untuk meminimalisir penularan virus Corona. Hal ini tentu menjadi salah satu cara mencegah terkena Corona selain memakai masker, rutin mendisinfeksi benda-benda di sekitar, hingga mencuci tangan dengan menggunakan sabun yang mengalir.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)