Senin, 29 Jun 2020 04:52 WIB

Terinfeksi Bakteri Listeria Jamur Enoki, ini Gejalanya!

Lusiana Mustinda - detikHealth
Mengintip Operasional Pabrik Jamur Enoki cs di China Listeria pada jamur enoki. Foto: Dok. Xinhua/Ji Chunpeng
Jakarta -

Menurut laporan dari CNN, di Amerika Serikat (AS) sudah ada empat orang yang meninggal dan 31 dirawat karena jamur enoki yang diimpor dari salah satu perusahaan Korea Selatan. Kementerian Pengawas Obat dan Makanan Korea Selatan (MDFS) pada 18 Maret 2020 mengonfirmasi memang ada jejak bakteri Listeria monocytogenes pada produk jamur enoki dari dua perusahaan.

Dengan adanya laporan tersebut, Kepala Badan Ketahanan Pangan mengatakan beberapa produk tidak memenuhi persyaratan edar karena kandungan bakteri listeria monocytogenes sudah melewati ambang batas.

"Pemusnahan dilakukan pada tanggal 22 Mei 2020 dan 19 Juni 2020 di PT. Siklus Mutiara Nusantara, Bekasi, yang dihadiri oleh perwakilan dari pelaku usaha dan BKP, sejumlah 1.633 karton dengan berat 8.165 kg," demikian tulis rilis tersebut seperti yang diterima detikcom, Kamis (25/6/2020).

Kementerian Pertanian RI (Kementan) pastikan belum ada kasus wabah listeria di Indonesia.


Terkait bakteri listeria jamur enoki, dilansir dalam mayoclinic.org infeksi listeria adalah penyakit bakteri bawaan dari makanan yang bisa sangat serius bagi wanita hamil, orang yang berusia lebih dari 65 tahun dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Bakteri listeria dapat bertahan hidup dalam pendinginan dan bahkan beku. Sehingga orang yang berisiko lebih tinggi mengalami infeksi serius harus menghindari makanan yang berisiko mengandung bakteri listeria.

Apa yang menjadi penyebab terinfeksinya listeria?

Dikutip webmd, orang yang paling sering terinfeksi listeria ini karena mengonsumsi makanan yang tidak diproses dengan baik seperti produk susu yang tidak dipasteurisasi hingga jamur enoki yang tidak di masak dengan benar.

Bakteri listeria bisa ditemukan di tanah, air dan kotoran hewan. Orang dapat terinfeksi listeria karena mengonsumsi makanan berikut ini:

1. Sayuran mentah yang telah terkontaminasi dari tanah atau dari kotoran yang terkontaminasi digunakan sebagai pupuk.
2. Daging yang terkontaminasi.
3. Susu yang tidak dipasteurisasi atau makanan yang dibuat dengan susu yang tidak dipasteurisasi.
4. Makanan olahan tertentu seperti keju lunak, hot dog dan daging yang telah terkontaminasi setelah diproses.

Berikut gejala yang dialami akibat terinfeksi bakteri listeria :

- Demam
- Panas dingin
- Nyeri otot
- Mual
- Diare

Gejala mungkin bisa terjadi beberapa hari setelah Anda mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Tetapi bisa memakan waktu 30 hari atau lebih sebelum tanda-tanda dan gejala infeksi pertama dimulai.

Jika infeksi listeria menyebar ke sistem saraf Anda, tanda dan gejalanya dapat seperti ini:


- Sakit kepala
- Leher kaku
- Kebingungan atau perubahan kewaspadaan
- Kehilangan keseimbangan
- Kejang
- Gejala selama kehamilan dan bayi baru lahir. Selama kehamilan, infeksi listeria kemungkinan hanya menyebabkan tanda dan gejala ringan pada ibu. Namun, konsekuensi bagi bayi itu bisa sangat berisiko, bayi bisa meninggal dalam rahim atau memiliki infeksi yang mengancam jiwa dalam beberapa hari setelah dilahirkan.

Untuk mencegah infeksi listeria sebaiknya jaga selalu kebersihan. Cuci tangan dengan sabun sebelum atau sesudah menyiapkan makanan. Pastikan pengolahan makanan dilakukan dengan benar dan matang sempurna.



Simak Video "Waspada! Ini Gejala Infeksi Bakteri Listeria Jamur Enoki"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)