Senin, 29 Jun 2020 10:16 WIB

Langkah Beijing Tangani Gelombang Kedua Virus Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Otoritas kota Beijing, China kini mampu melakukan pemeriksaan virus Corona (COVID-19) terhadap nyaris 1 juta orang setiap harinya. Langkah Beijing tangani gelombang kedua virus Corona. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Dua minggu lalu, Beijing masuk ke 'mode darurat masa perang' untuk menangani ketakutan akan lonjakan virus Corona. Saat ini, menurut pejabat kesehatan, wabah COVID-19 telah menurun secara signifikan.

Dengan adanya kekhawatiran yang semakin tinggi soal gelombang kedua infeksi Corona, Beijing memberikan gambaran mengenai bagaimana mereka menangani wabah tersebut dengan cepat dan terkendali.

Pengujian, pengujian, pengujian dan pembatasan.

Pada 11 Juni, hampir 270 kasus Corona baru ditransmisikan secara lokal di Beijing yang membuat pemerintah kembali melakukan pengujian, pembatasan perjalanan, dan pelacakan kontak besar-besaran.

"Beijing tidak akan menjadi Wuhan kedua," kata pakar senior dari Komisi Kesehatan Nasional China, Zeng Guang, dikutip dari NBC News.


Meski demikian China hingga kini masih mendapat kritikan karena salah dalam menangani awal pandemi, membungkam pelapor, dan tidak melibatkan WHO dalam penyelidikan asal-usul virus.

Sampai vaksin ditemukan, wabah baru Beijing dapat memberikan contoh seperti apa kehidupan pandemi saat virus kembali ke daerah-daerah yang dianggap telah terbebas dari COVID-19.

"Situasinya masih kritis, tetapi secara efektif terkendali," ujar Lei Haichao, direktur Komisi Kesehatan Kota Beijing.

Di Beijing, tempat pengujian ditambah setelah wabah baru muncul. Bahkan pengujian spesimen Corona didirikan di pusat olahraga hingga lapangan sepakbola. Warga yang ingin dites juga menghubungi pusat kesehatan terdekat di wilayah mereka.

Kelompok-kelompok tertentu seperti kurir, karyawan restoran dan tenaga kesehatan wajib menjalani tes. Untuk semua orang, ini pemeriksaan Corona sangat dianjurkan.

"Saya merasa lebih aman. Ini juga jaminan keamanan untuk keluarga dan teman-teman saya," kata seorang wanita di distrik Xicheng, Beijing.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)