Selasa, 30 Jun 2020 10:30 WIB

WHO Ingatkan Kondisi Terburuk Pandemi Corona Belum Terjadi, Ini Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Negara China, Singapura, dan Jepang adalah negara yang berhasil menghadapi wabah COVID-19 dengan baik. Namun mereka harus mengantisipasi adanya gelombang kedua. WHO ingatkan kondisi terburuk dari pandemi Corona belum terjadi, ini alasannya. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan pandemi Corona masih belum akan berakhir dalam waktu dekat. Kondisi terburuk dari pandemi Corona masih bisa terjadi.

Dikutip dari BBC, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan virus Corona akan menginfeksi lebih banyak orang. Terlebih saat pemerintah di setiap negara tidak melakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Tes, lacak, isolasi dan karantina," pesan Tedros.

Lebih dari 10 juta kasus telah dicatat di seluruh dunia sejak wabah Corona muncul di Wuhan, China akhir tahun lalu. Jumlah pasien yang meninggal sekarang di atas 500 ribu kasus.

Sebagian kasus dunia ada di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Virus Corona juga menyerang Asia Selatan dan Afrika, di mana diperkirakan tidak akan mencapai puncaknya hingga akhir Juli.

"Kita semua ingin ini berakhir. Kita semua ingin melanjutkan hidup kita. Tetapi kenyataan sulitnya adalah ini bahkan belum dekat untuk berakhir. Meskipun banyak negara telah membuat beberapa kemajuan. Dengan 10 juta kasus Corona saat ini dan setengah juta kematian, kecuali kita mengatasi masalah yang sudah kita identifikasi di WHO," jelas Tedros.

"Kurangnya persatuan nasional dan kurangnya solidaritas global dan dunia yang terpecah yang sebenarnya membantu virus menyebar, yang terburuk belum datang," kata Tedros.

"Aku minta maaf untuk mengatakan itu, tetapi dengan lingkungan dan kondisi seperti ini kita takut yang terburuk," lanjut Tedros.

Tedros juga mendesak lebih banyak pemerintah untuk mengikuti langkah-langkah yang dilakukan Jerman, Korea Selatan, dan Jepang. Di mana menjaga penyebaran virus Corona melalui kebijakan-kebijakan yang mencakup pengujian dan tracing yang diteliti.



Simak Video "Kesalahan Strategi Negara dalam Tangani Corona Menurut WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)