Selasa, 30 Jun 2020 18:09 WIB

8 Protokol Imunisasi Anak di Tengah Pandemi Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) memberikan imunsiasi kepada balita di Puskesmas Karawaci Baru, Kota Tangerang, Banten, Rabu (13/5/2020). Pelayanan imunisasi tersebut tetap dilakukan di tengah pandemi COVID-19 demi menjaga kesehatan anak dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/foc. Imunisasi harus tetap berjalan meski sedang pandemi. (Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta -

Di tengah pandemi virus Corona COVID-19, orang tua didorong agar tetap mengimunisasi anak. Alasannya karena imunisasi ini akan sangat bermanfaat mencegah anak jatuh sakit karena berbagai macam virus lain yang masih tetap mengancam.

"Dunia tanpa satu vaksin saja dapat melumpuhkan aktivitas milyaran penduduk dunia. Maka, manfaatkan semaksimal mungkin ketahanan tubuh buatan yang sudah ditemukan para ilmuwan dan pakar penyakit menular," kata anggota tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, lewat siaran BNPB pada Selasa (30/6/2020).

Sama seperti aktivitas lainnya, imunisasi bisa dengan aman dilakukan bila menerapkan protokol kesehatan. Berikut 5 protokol kesehataan saat imunisasi seperti yang dijelaskan dr Reisa:

1. Gunakan ruang terpisah

Fasilitas kesehatan harus menyediakan ruangan khusus untuk imunisasi. Tujuannya agar anak dan orang tua tidak tercampur dengan pasien sakit yang mungkin juga mencari layanan kesehatan.

Tempat untuk imunisasi disarankan cukup luas dan memiliki sirkulasi udara yang baik

2. Ruang imunisasi rutin dibersihkan

Protokol yang wajib dilakukan lainnya adalah ruangan tempat imunisasi harus secara rutin dibersihkan dengan disinfektan. Hal ini bisa dilakukan sebelum dan setelah pelayanan.

3. Ada tempat cuci tangan

Tempat cuci tangan yang mudah diakses juga harus tersedia saat melakukan imunisasi. Bila sabun dan air bersih mengalir sulit disediakan, maka hand sanitizer bisa jadi pilihan.

4. Meja pelayanan berjarak

Meja pelayanan antara petugas dan orang tua harus diatur sedemikian rupa sehingga bisa berjarak aman 1-2 meter.

5. Ada jalur keluar

Tempat imunisasi disarankan memiliki pengaturan pola jalur dari awal masuk sampai keluar. "Jalur keluar dan jalur masuk diatur berbeda," kata dr Reisa.

6. Tempat duduk di ruang terbuka

Tempat duduk bagi orang tua atau pengantar sebaiknya disiapkan di ruang terbuka.

7. Pakai APD

Orang tua atau pengantar dan anak di atas dua tahun wajib memakai masker kain. Petugas pemberi layanan juga diwajibkan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

8. Hubungi tenaga medis bila muncul gejala usai imunisasi

Bila dalam 14 hari setelah imunisasi muncul gejala, segera menghubungi petugas kesehatan.



Simak Video "Ingatkan Pentingnya Imunisasi, IDAI: Jangan Sampai Double Outbreak"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)