Rabu, 01 Jul 2020 17:22 WIB

Perkuat Imun Tubuh, Kalbe Kembangkan Produk dari Jamur Cordyceps militaris

Nurcholis Ma'arif - detikHealth
Jamur Cordyceps Militaris Foto: shutterstock
Jakarta -

Jamur Cordyceps militaris merupakan salah satu bahan alami terbaik untuk memperkuat imunitas tubuh karena mengandung cordycepin, adenosin dan polisakarida. Ketiga kandungan tersebut menjadi paket komplit yang membuat jamur ini berpotensi sebagai antivirus dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien COVID-19.

"Selain itu, beberapa referensi juga menyebutkan karena kandungan adenosinenya, jamur Cordyceps memiliki potensi untuk mengurangi gejala sesak atau gangguan pernapasan," ujar Guru Besar Fakultas MIPA dan Pakar Biomolekuler Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2020).

Hal itu diucapkannya dalam acara edukasi kesehatan memperkuat daya tahan tubuh dengan tema 'Tangguh Hadapi New Normal, jaga daya tahan tubuh dengan suplemen berbahan alami H2 Cordyceps militaris' yang digelar PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui divisi Kalbe Consumer Health.

Adapun menurut Ketua Persatuan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI),dr. Moh. Adib Khumaidi, di era new normal ini, masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa ancaman tertular virus COVID-19 masih ada. Hal ini disebabkan karena mereka abai untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Selain itu, kesadaran untuk memperkuat diri dengan meningkatkan daya tahan tubuh juga masih rendah. Kita harus memastikan daya tahan tubuh kita kuat sebelum kita keluar rumah, dengan cara konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, istirahat yang cukup dan jika diperlukan konsumsi suplemen penunjang daya tahan tubuh," ujar dr. Adib

Sementera itu, Medical Manager Kalbe Consumer Health, dr. Helmin Agustina Silalahi mengatakan Kalbe berkomitmen mendukung upaya pemerintah menanggulangi COVID-19 di era new normal, melalui inovasi obat herbal untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh. Salah satunya melalui produk Health & Happiness (H2) Cordyceps militaris.

"Melalui produk H2 Cordyceps militaris kami melakukan inovasi untuk perkembang biakan jamur, yaitu melalui metode kultur jaringan. Dengan metode ini, jamur dapat lebih cepat dipanen, hanya 2 bulan sementara jamur liar bisa mencapai 12 bulan atau lebih, namun stabilitas kandungan bahan aktif dan higienitas produk tetap terjamin serta bebas kontaminasi," ujarnya.

Dijelaskan dr. Helimin, akibatnya harga produk ini lebih bisa terjangkau masyarakat. Selain itu, produk H2 Cordyceps juga dapat menjadi imunomodulator yang menjaga keseimbangan sel imun karena mengandung imunostimulan (untuk memperkuat sistem imun) dan sekaligus mengandung imunosupresi (untuk menekan reaksi sistem imun yang berlebih).

"Itulah sebabnya H2 Cordyceps militaris menjadi salah satu produk unggulan kami di era new normal," ujar dr. Helmin.

Lebih lanjut dr. Helmin mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk terus melengkapi data efikasi dan keamanan produk H2 Cordyceps. Selain bukti-bukti empiris dan penelitian yang sudah dilakukan terhadap jamur Cordyceps di luar negeri, pihaknya juga sudah melakukan uji preklinik dan keamanan produk H2 Cordyceps militaris ini dengan universitas di Surabaya dan analisis Bioinformatika dengan Prof. Widodo dari Universitas Brawijaya.

"Tidak berhenti di situ, saat ini sedang dilakukan uji klinik untuk lebih melengkapi data ilmiahnya. Data efikasi dan keamanan produk H2 Cordyceps militaris ini akan terus kami lengkapi," ujar dr. Helmin.



Simak Video "Khasiat Jamur Cordyceps yang Diuji LIPI untuk Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)