Kamis, 02 Jul 2020 09:45 WIB

WHO Sebut Virus G4 yang Berpotensi Jadi Pandemi Bukan Virus Baru

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Riset di Cina Peringatkan Kandidat Virus Pandemi Baru dari Babi Virus G4 flu babi dicurigai berpotensi menjadi pandemi. (Foto ilustrasi: DW (SoftNews)
Topik Hangat Virus Baru G4
Jakarta -

Virus G4 atau yang diklaim jenis baru virus flu babi asal China diwaspadai berpotensi menjadi pandemi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun akan mengawasi ketat perkembangan studi dari China.

Dikutip dari Daily Star, WHO menanggapi temuan tersebut membuat pengawasan terhadap influenza, flu burung, langsung ditingkatkan selama masa pandemi Corona. "Kami akan membaca dengan cermat studi tersebut untuk memahami apa yang baru," kata WHO, Christian Lindmeier, pada konferensi singkat di Jenewa.

Xinhua melaporkan seorang pakar WHO mengatakan pada hari Rabu, bahwa virus flu babi yang baru-baru ini dipublikasikan di Tiongkok bukanlah hal baru dan sedang dalam pengawasan ketat.

"Saya pikir, penting untuk meyakinkan orang bahwa ini bukan virus baru, ini adalah virus yang sedang diawasi," kata Dr Michael Ryan, direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, pada konferensi pers.

"Ini adalah temuan dari pengawasan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun," lanjutnya.

Disebutkan WHO, virus flu babi sudah diawasi sejak 2011 lalu, tetapi pengawasan tetap diperketat seiring dengan temuan baru dari studi China soal potensial menjadi pandemi. WHO bekerja sama bersama otoritas China terkait antisipasi akan virus G4.

"Virus influenza babi H1N1 yang mirip unggas Eurasia telah diawasi oleh otoritas China dan oleh jaringan pengawasan influenza global di seluruh dunia, dan pusat-pusat kerja sama WHO," kata Ryan.

"Sudah di bawah pengawasan sejak 2011 dan pada kenyataannya, publikasi terbaru adalah publikasi dari semua data pengawasan dari waktu ke waktu dan jelas melaporkan baik tentang evolusi virus ini dalam populasi babi," jelas Ryan.

Sebuah tim peneliti China telah memeriksa virus influenza yang ditemukan pada babi dari tahun 2011 hingga 2018 dan menemukan varian genotipe 4 virus H1N1 yang menyerupai burung Eurasia (G4 EA H1N1).

"Kami terus-menerus harus tetap waspada. Kami perlu terus melakukan pengawasan yang sangat sangat baik pada virus G4 ini dan kami berharap itu akan terus berlanjut dalam beberapa bulan dan tahun mendatang," Ryan menekankan.

"Ini pekerjaan yang sangat penting dilakukan bekerja sama dengan pusat kolaborasi WHO di China CDC, pusat kolaborasi lain di seluruh dunia, termasuk pusat kolaborasi WHO untuk influenza di US CDC, di Atlanta, dan sekali lagi menunjukkan pentingnya vital dari sistem pengawasan dan respons influenza global," tambah Ryan.

Studi yang diterbitkan oleh jurnal AS, Prosiding National Academy of Sciences (PNAS) mengatakan, meskipun para ahli meyakini tidak ada ancaman serius terkait virus G4 bencana di masa depan belum bisa dikesampingkan.

"Mengingat pandemi COVID-19 masih terus berkembang dan galur Sars-CoV-2 terus berkembang, kita perlu terus memantau dan mengevaluasi kemungkinan babi untuk menjadi inang perantara pandemi masa depan," tulis tim China dalam penelitian tersebut, seperti dikutip dari South China Morning Post (SCMP).



Simak Video "Virus Flu Babi G4 Disebut Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
Topik Hangat Virus Baru G4