Kamis, 02 Jul 2020 15:19 WIB

Ahli Sebut Perawat Wanita Lebih Stres saat Pandemi Corona, Ini Alasannya

Ayunda Septiani - detikHealth
Back view of nurse caregiver support walking with elderly woman outdoor Studi temukan perawat wanita lebih cemas saat pandemi Corona. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Perawat wanita di Wuhan memiliki tingkatan stres lebih tinggi saat pandemi virus Corona COVID-19 mencapai puncaknya. Pernyataan tersebut berdasarkan penelitian di salah satu rumah sakit di Wuhan.

Dilansir dari laman Asia One, satu dari 10 pekerja medis mempertimbangkan untuk berhenti dari profesinya, sementara satu dari lima mengatakan kepada teman dan keluarganya untuk menghindar karena takut akan terinfeksi.

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Tongji di Wuhan, salah satu RS pertama di China yang merasakan dampak dari pandemi COVID-19. Lebih dari 5.000 orang yang disurvei pada tanggal 8-10 Februari, 85 persen adalah perempuan, karena 81 persen staf medis di rumah sakit tersebut adalah perempuan. Hasilnya diterbitkan pada hari Selasa di jurnal The Lancet.

"Wanita dan mereka yang memiliki lebih dari 10 tahun bekerja, penyakit kronis, riwayat gangguan mental, dan anggota keluarga atau kerabat yang dikonfirmasi atau dicurigai [terinfeksi] rentan terhadap stres, depresi dan kecemasan," jelas laporan tersebut.

Para peneliti mengatakan bahwa ketika para pekerja merawat pasien Corona, 57 persen takut terinfeksi, 20 persen merasa keluarga dan teman-teman mereka akan mengasingkan mereka, dan 10 persen berpikir untuk mengundurkan diri.

Perasaan cemas dan depresi dikaitkan dengan faktor-faktor seperti, pengaturan jam kerja, standar dukungan logistik, dan akomodasi yang disediakan oleh rumah sakit, kebiasaan olahraga dan riwayat minum responden, jelas laporan tersebut.

Menurut para peneliti, salah satu masalah terbesar bagi banyak wanita adalah berusaha untuk mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan mereka.

"Karena peran sosial tradisional yang mengakar di China, mereka menghadapi dilema yang cukup besar, antara bekerja dan merawat keluarga mereka, atau antara merawat keluarga dan menghindari kontak dengan anggota keluarga," jelas penelitian tersebut.

Penelitian tersebut mengatakan bahwa perawat dengan masa kerja sudah cukup lama lebih mudah stres karena kelelahan kerja dan tanggung jawab keluarga. Sebagian besar pekerja kesehatan dengan lebih dari 10 tahun masa kerja sudah menikah dan memiliki anak.

Rumah sakit yang direkomendasikan oleh studi ini, menyarankan untuk menyediakan layanan konseling khusus dan pengaturan shift kerja yang wajar untuk membantu menghilangkan ketakutan akan infeksi, dan meningkatkan kepercayaan diri serta moral mereka.

"Perlu menangani kebutuhan petugas kesehatan selama pandemi ini dan memberikan dukungan psikologis yang sesuai bagi mereka yang berisiko tinggi terhadap masalah mental," tulis jurnal tersebut.



Simak Video "Brasil Mulai Uji Coba Vaksin COVID-19 Inggris untuk 2 Ribu Partisipan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)