Jumat, 03 Jul 2020 15:08 WIB

7 Pertanyaan tentang COVID 19 dan Jawabannya

Firdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi rapid test, ilustrasi virus corona, ilustrasi tes corona, tes masif di Pasar Cileungsi, pedagang pasar cileungsi Tenaga medis melakukan tes Corona di pasar. (Foto ilustrasi: Sachril Agustin Berutu/detikcom).
Jakarta -

Sudah enam bulan berlalu sejak pertama kali virus Corona penyebab COVID 19 ditemukan. Namun, tampaknya masih banyak yang penasaran dan punya pertanyaan tentang COVID 19.

Para ilmuwan di dunia hingga saat ini memang masih berlomba-lomba menguak misteri dari COVID 19. Perlahan tapi pasti berbagai pertanyaan tentang COVID 19 terungkap dan hal ini terus diinfokan lewat situs-situs resmi lembaga kesehatan seperti milik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mulai dari bagaimana virus ini pertama kali ditemukan, gejalanya, hingga progres vaksin dan obat.

Berikut 7 pertanyaan tentang COVID 19 dan jawabannya seperti dirangkum detikcom dari berbagai sumber:

1. Apa sebenarnya virus Corona dan COVID 19?

Virus Corona adalah sebutan untuk berbagai jenis virus dari keluarga coronaviridae. Virus ini umumnya ditemukan pada hewan, namun beberapa jenis dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada manusia. Severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle East respiratory syndrome (MERS) jadi contoh virus Corona yang sempat mewabah beberapa tahun lalu.

Sementara itu, COVID 19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Corona jenis baru yang pertama kali ditemukan pada 31 Desember lalu.

2. Asal COVID 19

Tidak sedikit yang penasaran tentang asal-muasal COVID 19. Kok bisa virus ini muncul mendadak lalu jadi pandemi?

WHO menegaskan hingga saat ini sumber pasti COVID 19 belum diketahui. Tim peneliti masih melakukan investigasi, namun dicurigai kemungkinan besar virus ini berasal dari hewan.

"WHO masih terus memantau riset terbaru terkaiit hal ini dan topik COVID-19 lainnya. Akan diperbarui begitu temuan baru dilaporkan," tulis WHO.

3. Cara penularan COVID 19

Pertanyaan tentang COVID 19 lainnya yang tak kalah populer adalah bagaimana cara virus ini menyebar atau menular. WHO menjelaskan bahwa sebagian besar virus Corona bisa menginfeksi lewat droplet atau cipratan liur yang bisa keluar dari mulut orang atau hewan sakit.

Seseorang bisa terinfeksi virus Corona bila terpapar secara langsung, misalnya menghirup droplet halus, atau bila memegang permukaan yang tercemar lalu tak disadari menyentuh wajah.

4. Ketahanan COVID 19 di lingkungan luar

Virus corona tidak dapat bertahan lama di luar tubuh. Namun demikian, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, seseorang tetap bisa terinfeksi bila menyentuh permukaan yang terkontaminasi.

Lalu timbul pertanyaan berapa lama virus ini bisa bertahan di lingkungan luar?

Menurut WHO, studi menunjukkan COVID 19 dapat bertahan paling lama sampai 72 jam di permukaan tertentu. Oleh karena itu, disarankan agar membersihkan permukaan yang sering disentuh dengan disinfektan.

5. Gejala COVID 19

Gejala yang ditimbulkan COVID 19 bisa beragam untuk tiap orang. Ada yang sama sekali tidak memiliki gejala, namun ada juga yang hanya dalam hitungan jam dapat mengalami kesulitan bernapas yang berujung fatal.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut beberapa gejala ini bisa dialami oleh pasien yang terinfeksi COVID 19:

- Demam

- Sesak napas

- Nyeri dada

- Batuk

- Mata merah

- Gangguan kognitif

- Kelelahan

- Diare

- Pilek

- Nyeri otot

- Kehilangan fungsi indra perasa dan penciuman

- Sakit kepala

6. Obat dan vaksin COVID 19

WHO telah meluncurkan program Solidarity Trial untuk mempercepat riset obat yang efektif membantu kesembuhan pasien COVID 19. Nama obat seperti remdesivir, dexamethasone, avigan, dan klorokuin beberapa kali disebut dapat bermanfaat meski dengan risiko efek sampingnya masing-masing.

Sementara untuk vaksin, sudah ada lebih dari 100 kandidat vaksin COVID 19 yang sedang diteliti. Kandidat dari perusahaan bioteknologi Moderna sempat disebut mulai masuk dalam tahap uji klinis akhir.

WHO berharap akhir tahun 2020 vaksin COVID 19 sudah bisa mulai diproduksi.

7. Cara cegah COVID 19

Pertanyaan tentang COVID 19 yang sering diutarakan terakhir adalah tentang cara mencegah penularannya. Karena obat dan vaksin yang efektif belum benar-benar ditentukan, mencegah jadi cara yang dinilai paling baik dalam menghadapi wabah COVID 19.

WHO merekomendasikan agar orang-orang saling menjaga jarak minimal 1,5-2 meter. Selain itu disarankan juga agar memakai masker, rajin mencuci tangan, hindari menyentuh wajah, dan sering-sering disinfeksi permukaan yang sering disentuh.



Simak Video "Punya Gejala Demam Tinggi, Ini Beda DBD dan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)