Sabtu, 04 Jul 2020 19:03 WIB

Terpopuler Sepekan: Luapan Emosi Risma ke IDI Hingga Menangis dan Bersujud

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Wali Kota Risma nangis-nangis dan sujud saat audiensi bersama IDI Jatim dan IDI Surabaya. Dia mengaku goblok dan tak pantas menjadi wali kota. Risma menangis dan bersujud saat audiensi dengan IDI Jatim dan IDI Surabaya. (Foto: Esti Widiyana)
Jakarta -

Beberapa hari lalu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 'mengejutkan' masyarakat Indonesia. Lantaran Risma menangis sampai sujud 2 kali saat audiensi dengan IDI Jatim dan IDI Surabaya di Balai Kota Jalan Wali Kota Mustajab.

Dalam audiensi tersebut, Risma meluapkan emosinya dengan bersujud dan menangis setelah mendengar keluhan dari para dokter di rumah sakit rujukan virus Corona COVID-19.

Menanggapi hal ini, psikolog Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Clinic mengatakan bentuk luapan emosi yang dialami Risma bisa terjadi pada setiap orang.

"Ketika orang bereaksi berbeda dari biasanya tentu ada proses yang berbeda juga yang terjadi dalam diri orang tersebut. Bisa diprediksikan pada kejadian ini ada sesuatu yang sangat besar yang dirasakan secara psikis sehingga muncul dalam bentuk perilaku," jelas Rahma, Senin (29/6/2020).

Meski begitu, psikolog Veronica Adesla dari Personal Growth mengingatkan bahwa luapan emosi yang meledak-ledak seperti yang ditunjukkan Risma bisa berdampak negatif bagi kejiwaan.

"Habis marah bisa capek, dan biasanya itu nggak enak banget. Situasi seperti itu jika dialami setiap hari pasti akan mengganggu. Nggak bisa merasa tenang seperti dan 'kok kayak hidup ini nggak benar' dan jadinya menyalahkan pihak luar dan diri sendiri," kata Vero dalam wawancara terpisah, Senin (29/6/2020).


Karena itu, agar kita terhindar dari dampak negatif luapan emosi, berikut 4 tips mengontrol emosi yang bisa kamu lakukan.

1. Manajemen pernapasan

Saat emosi mulai tak tertahan, disarankan untuk menarik napas perlahan selama 3 detik, tahan 3 detik, dan hembuskan secara perlahan. Ulangi.

2. Ubah posisi

Menurut Rahma, motion bisa mempengaruhi emotion. Karena itu, ia menyarankan untuk mengubah posisi agar dapat meredam luapan emosi. Contohnya, jika sedang berdiri, cobalah untuk duduk. Demikian juga sebaliknya.

3. Time out

Menjauh sementara dari situasi yang memicu emosi adalah langkah yang tepat untuk menenangkan pikiran.

4. Selesaikan masalah

Terus-menerus menghindari masalah bukanlah perilaku yang sehat. Jadi, sebaiknya pada saat yang tepat, selesaikan masalah agar emosi tetap terjaga.



Simak Video "Wali Kota Surabaya Ungkap Penyebab Siswa Stres Belajar dari Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)