Senin, 06 Jul 2020 05:00 WIB

Pada 1 dari 10 Pasien Corona, Indra Perasa dan Penciuman Hilang Permanen

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Satu dari 10 pasien virus Corona disebut kehilangan indra perasa dan penciuman secara permanen. Gangguan pada indra perasa dan penciuman ini dikenal sebagai anosmia dan termasuk gejala virus Corona COVID-19 yang diakui secara resmi.

Gejala virus Corona terkait gangguan indra perasa dan penciuman sering disebut sebagai tanda awal seseorang terinfeksi Corona. Namun, baru-baru ini sebuah penelitian menyebut gejala Corona ini bisa dialami secara permanen.

Para peneliti mensurvei 187 warga Italia positif Corona tetapi tidak dirawat di rumah sakit. Peserta diminta untuk menilai perkembangan kemampuan indra penciuman dan perasa mereka sendiri ketika pertama kali sejak dinyatakan positif Corona.

Hasil yang dipublikasikan dalam JAMA Otolaryngology menemukan bahwa 113 peserta melaporkan perubahan serius terkait indra penciuman dan perasa mereka saat mengidap virus Corona. 55 orang di antaranya dilaporkan pulih dari gejala Corona tersebut. Sementara 46 orang lainnya mengatakan kemampuan indra pencium dan perasa mereka jauh membaik sejak pertama kali dinyatakan positif Corona.

Namun, ada 12 orang mengaku mereka masih mengalami gangguan indra perasa dan penciuman bahkan semakin parah. Mereka yang melaporkan gejala parah mengatakan perlu waktu lebih lama untuk pulih kembali.

Para peneliti memperingatkan bahwa ribuan pasien virus Corona yang pulih dapat menghadapi kehilangan kemampuan untuk mencium atau merasakan sesuatu dalam jangka panjang. Dr Joshua Levy, seorang spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Emory, mengatakan ada 'intervensi yang sangat rendah' untuk pasien yang mengalami anosmia.

"Banyak pasien Corona yang mungkin untuk pengobatan gejalanya tidak terselesaikan," tulis Dr Joshua, dikutip dari Daily Star.

"Mereka yang belum pulih harus mempertimbangkan untuk menjalani 'pelatihan penciuman' demi melatih kembali kemampuan penciuman mereka. Diyakini beberapa orang mengidap anosmia sebagai gejala virus Corona karena virus tersebut telah merusak saraf yang mempengaruhi indra penciuman," lanjut Dr Joshua.



Simak Video "Punya Gejala Demam Tinggi, Ini Beda DBD dan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)