Senin, 06 Jul 2020 12:24 WIB

Kementan Sebut Kalung Eucalyptus Aksesoris Kesehatan, Tak Diklaim Antivirus

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
kalung eucalyptus, kalung antivirus Corona Kalung eucalyptus sebagai aksesoris kesehatan. (Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth)
Jakarta -

Kementerian Pertanian menegaskan kalung eucalyptus Corona tidak diklaim sebagai antivirus. Produk sejenis yang juga dibuat dari eucalyptus terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sebagai jamu.

Senin (6/7/2020), Kementerian Pertahanan menanggapi soal kalung 'antivirus' Corona yang menjadi sorotan saat ini. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry menyebut kalung tersebut sebagai aksesoris untuk kesehatan.

"Ini kan aksesoris kesehatan, kita bisa hirup dan dari skala tertentu bisa membunuh virus di sekitar kita," jelas Fadjry saat melakukan konferensi pers melalui kanalYoutube, Senin (6/7/2020).

Selain sebagai aksesoris kesehatan, Fadjry juga menjelaskan bahwa isi atau kandungan yang ada pada kalung eucalyptus itu sama dengan yang ada pada roll on dan inhaler. Dua produk tersebut yang sudah lebih dulu mendapat izin edar dari BPOM.

Dalam siaran konferensi persnya itu, Fadjry juga mengatakan bahwa pihak Balitbangtan tidak mengklaim produk yang dibuatnya sebagai antivirus. Produk mereka terdaftar di BPOM sebagai jamu.

"Kami menerima saran dan masukan, terkait overklaim. Kita tidak overklaim di BPOM tidak menyebut antivirus, ini izin edarnya sebagai jamu," tegas Fadjry.



Simak Video "Ampuhkah Kalung 'Antivirus' Eucalyptus untuk Tangkal COVID-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)