Senin, 06 Jul 2020 18:09 WIB

Temukan Kasus Pes di Mongolia Dalam, China Siaga Tingkat Tiga

Firdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi sakit Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Otoritas China melaporkan adanya kasus penyakit pes di Mongolia Dalam. Pasien adalah seorang peternak yang kini sedang menjalani karantina dan kondisinya dilaporkan stabil.

China langsung menerapkan siaga tingkat tiga. Ini artinya warga dilarang berburu dan mengonsumsi hewan yang diduga membawa penyakit, dalam kasus pes biasanya tikus atau marmut.

Petugas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Ulaanbaatar, Mongolia, mengatakan warga setempat punya kepercayaan bahwa mengonsumsi daging dan ginjal marmut mentah bermanfaat untuk kesehatan. Oleh karena itu pemerintah sudah menetapkan aturan yang melarang marmut diburu.

Tahun lalu ada dua warga Mongolia meninggal karena pes setelah mengonsumsi daging marmut mentah.

"Saat ini, ada risiko epidemi pes di kota. Masyarakat harus memperbaiki kesadaran dan kemampuannya untuk melindungi diri, serta langsung lapor bila ada masalah kesehatan," tulis media pemerintah China Daily, dikutip dari CNN pada Senin (6/7/2020)

Pes adalah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis. Gejalanya mulai dari seperti flu hingga pembengkakan kelenjar getah bening.

Pes beberapa kali tercatat dalam sejarah pernah menjadi wabah yang membunuh jutaan orang. Salah satu kejadian wabah pes yang terkenal dijuluki "The Black Death" di Abad Pertengahan Eropa dan diperkirakan membunuh lebih dari 50 juta orang.

Pes kini sudah bisa diobati berkat kemajuan ilmu medis yang menemukan obat antibiotik. Beberapa kali kasus pes di dunia muncul, namun yang terparah dilaporkan BBC terjadi di Madagaskar tahun 2017 lalu dengan 300 kasus.



Simak Video "Virus Flu Babi G4 Disebut Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)