Senin, 06 Jul 2020 18:35 WIB

Ratusan Pakar Yakini Corona Menular Lewat Udara, Ini 5 Fakta Airborne

Ayunda Septiani - detikHealth
Batuk Beberapa ahli menyebut virus Corona bisa jadi airborne. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Ratusan pakar menyebut virus Corona COVID-19 bukan hanya menular lewat droplet (percikan air liur), tetapi juga bisa menular lewat airborne atau di udara. Organisasi kesehatan dunia WHO disebut abai soal klaim ini.

Beberapa klaim penularan virus Corona lewat airborne memang pernah mencuat sebelumnya. Namun sebagian besar terjadi pada lingkungan tertentu seperti di rumah sakit.

Apa saja sih fakta-fakta terkait penularan virus Corona secara airborne yang pernah terungkap? Berikut rangkumannya.

1. Apa itu airborne?

Dikutip dari laman healthline, airborne atau airborne disease adalah penyakit yang bisa menyebar lewat udara. Akibatnya seseorang bisa sakit hanya karena menghirup udara, yang telah tercemar virus atau bakteri penyebab suatu penyakit.

Airborne disease bisa menyebar saat ada pasien yang menunjukkan gejala infeksi berupa batuk, bersin, atau sekadar bicara. Gejala tersebut mengakibatkan cairan pada tenggorokan dan saluran pernapasan muncrat ke udara.

Beberapa kelompok virus dan bakteri bisa menggantung di udara, terbawa angin, atau mendarat di orang lain. Patogen ini masuk ke dalam tubuh melalui udara yang terhirup atau menyentuh sembarang permukaan. Tangan yang digunakan menyentuh permukaan kemudian memegang mata, hidung, dan mulut tanpa dicuci lebih dulu.

Penyebaran kelompok airborne disease yang menyebar di udara cenderung sulit dikontrol. Karena itu, sangat penting mengetahui upaya pencegahan yang tepat sehingga tidak mudah terinfeksi.

2. Pejabat China pernah sebut Corona menular lewat udara

Virus Corona baru (COVID-19) yang kini mewabah dan menginfeksi lebih dari 11 juta orang, pernah disebut pejabat China menyebar lewat airborne. Selama ini virus diketahui hanya menyebar lewat droplet atau percikan air liur.

Wakil Kepala Biro Sipil Shanghai, Zeng Qun, beberapa waktu lalu menyebut airborne artinya virus bisa menyebar di udara. Oleh karena itu Zeng menyarankan warga lebih berhati-hati.

"Transmisi aerosol terjadi ketika virus yang bercampur dengan percikan liur membentuk aerosol di udara, yang kemudian bisa menginfeksi bila terhirup, ini kata ahli medis," kata Zeng seperti dikutip dari China Daily.

"Jadi kami minta warga meningkatkan kesadarannya terhadap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang bisa disebabkan ketika kumpul keluarga," lanjutnya.

3. WHO sempat pertimbangkan risiko penularan Corona lewat airborne

Virus disebut airborne ketika bisa dengan mudah menyebar di udara dan menginfeksi orang-orang. Terkait hal tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat mempertimbangkan risiko virus Corona COVID-19 bisa jadi airborne di situasi tertentu.

Virus corona hingga saat ini secara resmi disebut bisa menular lewat droplet (percikan liur) si penderita. Namun demikian menurut kepala unit penyakit zoonosis WHO, Dr Maria Van Kerkhove, ada kemungkinan virus juga bisa jadi airborne.

"Ketika Anda melakukan prosedur yang bisa menghasilkan aerosol seperti di fasilitas kesehatan, ada kemungkinan terjadi apa yang kami sebut proses berubahnya partikel menjadi aerosol. Artinya virus jadi lebih lama bertahan di udara," kata Dr Maria seperti dikutip dari CNBC.

4. Lebih dari 200 pakar klaim virus Corona menular lewat airborne

Dikutip dari New York Times, dalam surat terbuka kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 239 ilmuwan di 32 negara, telah menguraikan bukti yang menunjukkan bahwa virus Corona memiliki partikel yang lebih kecil dan dapat menginfeksi manusia, para ahli juga mendesak WHO untuk merevisi rekomendasinya. Para peneliti berencana untuk menerbitkan surat mereka dalam jurnal ilmiah minggu depan.

Dalam update terbarunya tentang virus Corona, dirilis 29 Juni, WHO mengatakan penularan virus Corona lewat udara hanya mungkin terjadi jika droplet atau percikan yang keluar saat batuk. Benedetta Allegranzi, pimpinan teknis WHO tentang pengendalian infeksi mengatakan bukti virus Corona menyebar melalui udara tidak meyakinkan.

"Terutama dalam beberapa bulan terakhir, kami telah menyatakan beberapa kali kami menganggap transmisi udara mungkin, tetapi tentu saja tidak didukung oleh bukti yang kuat atau bahkan jelas. Ada perdebatan kuat tentang ini," kata Allegranzi.

5. Apakah airborne disease bisa dicegah?

Dengan mudahnya penyebaran airborne disease maka tidak mungkin bebas seutuhnya dari penyakit ini. Namun ada upaya pencegahan yang terbukti efektif menurunkan risiko terinfeksi airborne disease.

Berikut beberapa upaya pencegahan airborne disease:

1. Hindari kontak dengan orang yang memiliki gejala atau sedang sakit airborne disease

2. Tinggal di rumah saat sedang sakit dan jangan berdekatan dengan orang yang memiliki daya imun yang lemah

3. Pakai masker jika harus berada di kerumunan untuk menekan risiko penularan

4. Tutup mulut ketika batuk dan bersin dengan tisu atau bagian siku pakaian, untuk menekan risiko penularan

5. Jangan sentuh wajah sendiri atau orang lain jika belum cuci tangan

6. Vaksin bila sudah tersedia. Penyakit airborne disease yang telah memiliki vaksin antara lain difteri, influenza, dan MMR



Simak Video "WHO Sebut Kemungkinan Penularan Corona Lewat Udara di Ruang Tertutup"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)