Senin, 06 Jul 2020 18:57 WIB

Didaftarkan sebagai Jamu, Ini Cara Kerja Kalung Eucalyptus Tangkal Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
kalung eucalyptus, kalung antivirus Corona Kalung eucalyptus akan diproduksi massal. (Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth)
Jakarta -

Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan kalung eucalyptus buatan Kementerian Pertanian (Kementan) yang sebelumnya disebut sebagai 'antivirus' Corona. Namun, Kementan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menegaskan bahwa kalung ini tidak diklaim sebagai antivirus, meski berpotensi dapat membunuh virus Corona.

Bagaimana cara kerja kalung eucalyptus dalam membunuh virus?

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menjelaskan, kalung ini tidak cukup berfungsi jika digunakan hanya dengan dikalungkan saja. Pemakai harus menghirup aroma dari kalung agar mendapatkan manfaat yang maksimal.

"Jadi ini dihirup, ini untuk memudahkan kita saja karena aroma yang keluar ini sebenarnya dia bisa menangkap Mpro yang terlibat dalam replikasi virus. Jadi dia bisa menekan perkembangan virus," kata Fadjry di Balai Besar Penelitian Veteriner Balitbangtan, Bogor, Senin (6/7/2020).

Ppeneliti dan Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Balitbangtan, Dr Evi Savitri, mengatakan kandungan eucalyptol pada eucalyptus ketika dihirup akan bekerja menghambat virus agar tidak memperbanyak diri.

"Jadi virus-virus yang ada di hidung kita sebelum masuk paru-paru kalau kita bisa cepat itu bisa dihambat replikasinya sehingga makin lama makin berkurang dan dia nggak sampai ke paru-paru kita," jelas Evi dalam wawancara terpisah.

"Dengan proses replikasi terhambat, maka lama kelamaan jumlahnya akan berkurang, sehingga nanti yang masuk ke paru-paru juga berkurang dan gejala yang parah bisa dihindari," lanjutnya.

Meski begitu, Fadjry menegaskan bahwa perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah kalung eucalyptus dapat bekerja pada virus spesifik penyebab COVID-19, yakni SARS-CoV-2.

"Ini masih perlu penelitian lebih lanjut bahwa ini paling tidak bisa menekan atau mengurangi paparan kita terhadap COVID-19 dan itu pun masih perlu diuji lebih lanjut," pungkasnya.



Simak Video "Heboh Kalung Antivirus Corona Kementan, Terbuat dari Apa Sih?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)