Selasa, 07 Jul 2020 09:15 WIB

10-15 Persen Orang Disebut Kebal Virus Corona, Sisanya Butuh Vaksin

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Apakah Mutasi Virus Corona Akan Mengubahnya Jadi Jinak? Hanya 10 sampai 15 persen orang yang disebut kebal Corona. (Foto: DW (News)
Jakarta -

Ahli imunologi di Inggris memperingatkan bahwa kekebalan terhadap virus Corona hanya bertahan dalam waktu yang singkat. Ini membuat manusia saat ini tidak boleh hanya mengandalkan itu saja untuk mengatasi penyakit COVID-19.

Hal ini disampaikan oleh profesor imunologi di Imperial College London, Danny Altmann. Ia mengatakan, hanya ada 10-15 persen populasi manusia di kota besar yang kebal terhadap virus Corona COVID-19.

"Kekebalan terhadap virus ini terlihat agak rapuh, dan sepertinya hanya sebagian orang yang mungkin memiliki antibodi selama beberapa bulan dan kemudian bisa berkurang," kata Altmann yang dikutip dari Fox News, Selasa (7/7/2020).

"Virus ini sangat menipu dan kekebalan terhadapnya (virus Corona) hanya bertahan dalam waktu yang singkat," imbuhnya.

Selain itu, Altmann juga mengingatkan akan gelombang infeksi kedua yang mungkin terjadi. Tapi, ia percaya pemerintah kemungkinan sudah lebih siap menangani wabah tersebut, dibandingkan saat pertama kali virus itu menyerang dunia.

Altmann juga menyinggung beberapa pemikiran yang mengatakan bahwa virus Corona ini semakin jinak atau bahkan sudah hilang. Ia mengatakan hal ini mungkin hanya pemikiran pribadi untuk menenangkan keadaan.

"Virus ini masih mematikan, masih bisa menginfeksi manusia dengan mudah. Saya pikir kita harus menerima kenyataan tersebut," jelasnya.

"Kita harus terus meneliti obat-obatan dan perawatan yang benar. Dengan itu, kita bisa menghentikan transmisi virus ini," ujar Altmann.



Simak Video "Inilah Sumber Penularan Virus Covid-19 ke Kelompok Rentan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)