Selasa, 07 Jul 2020 12:44 WIB

Lockdown Corona Bikin 73 Negara Terancam Kehabisan Obat HIV

Firdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi obat antiretroviral 73 negara terancam kehabisan obat HIV. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan ada 73 negara yang terancam kehabisan stok obat antiretroviral (ARV) yang biasa dipakai untuk pasien human immunodeficiency virus (HIV). Alasannya karena lockdown global akibat pandemi virus Corona COVID-19 membuat jalur suplai terputus.

Survei yang dilakukan WHO dan Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) memprediksi angka kematian karena acquired immune deficiency syndrome (AIDS) tahun 2020 dapat meningkat hingga dua kali lipat, terutama di sub-Sahara Afrika.

"Temuan survei ini sangat mengkhawatirkan... Negara-negara dan mitranya harus melakukan semua yang bisa dilakukan untuk memastikan orang yang membutuhkan obat HIV bisa mengaksesnya," kata Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari situs resmi WHO, Selasa (7/7/2020).

"Kita tidak bisa membiarkan pandemi COVID-19 membuat hasil kerja keras kita dalam menghadapi penyakit ini jadi sia-sia," lanjutnya.

Menurut data dari UNAIDS, angka kasus infeksi baru HIV sepanjang tahun 2000 ke 2019 berhasil turun sekitar 39 persen secara global. Dalam periode yang sama angka kematian berkurang 51 persen atau sekitar 15 juta orang berhasil diselamatkan berkat terapi ARV sebagai obat HIV.

WHO telah mengeluarkan panduan bagaimana negara-negara bisa mengadopsi kebijakan yang mengatur pemberian resep obat untuk periode waktu lebih lama, hingga enam bulan. Negara juga diimbau untuk berkoordinasi dengan produsen dan distributor sehingga masalah logistik bisa teratasi.



Simak Video "Pelayanan ODHA di Masa Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)