Selasa, 07 Jul 2020 13:22 WIB

Stok Darah PMI Hanya Cukup untuk 2 Hari, Golongan Darah A dan AB Menipis

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Presiden Direktur Panin Bank Herwidayatmo bersama Presiden Direktur PT Panin Dai-ichi Life Fadjar Gunawan dan Wakil Presiden Direktur Koichi Nishiyama serta Ketua Bidang Relawan Palang Merah Indonesia Pusat H. Muhammad Muas meninjau aksi sosial donor darah Panin Bank, di Jakarta, Selasa (19/2/2019). Kegiatan donor darah ini diharapkan dapat menghimpun 35.000 kantong darah dalam setahun. Sampai dengan Februari 2019 telah terhimpun sekitar 5.000 kantong darah dan membagikan 5.000 polis asuransi Sigap. Stok darah di PMI menipis. (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) makin menipis di tengah pandemi COVID-19. Padahal, stok donor darah sangat diperlukan di fasilitas kesehatan untuk membantu pasien, terlebih pengidap DBD yang saat ini juga menjadi ancaman di wabah Corona.

Di beberapa daerah dengan kasus Corona yang cukup tinggi, pengurus bidang donor darah PMI Pusat dr Linda Lukitari Waseo mengungkapkan terdapat penurunan stok darah hingga 20 persen.

"Biasanya ketersediaan bisa untuk 4 hari. Saat ini hanya untuk 2 hari. Sementara ketersediaan kurang di golongan darah AB, A, dan komponen darah tertentu," tutur dr Linda dalam rilis yang diterima detikcom dan ditulis Selasa (7/7/2020).

Stok donor darah saat ini masih sangat dibutuhkan untuk terapi berbagai macam penyakit seperti thalasemia, kanker, terapi, dan DBD. Untuk mempertahankan jumlah ketersediaan darah, PMI melakukan kunjungan ke beberapa tempat untuk melakukan transfusi.

"Kami menjemput bola bersama komunitas yang biasa melakukan donor darah secara rutin dibantu oleh TNI, Polri, ASN," tuturnya.

PMI juga memastikan prosedur donor darah aman sehingga donor tak perlu khawatir tertular Corona. Diyakini dr Linda, hingga saat ini belum ada kasus penularan COVID-19 baik saat pelaksanaan donor darah atau pada saat transfusi.

Protokol kesehatan terkait pelaksanaan donor darah di tengah pandemi Corona juga cukup ketat. Di antaranya pemeriksaan suhu tubuh, wawancara terkait kemungkinan tertular COVID-19, pemeriksaan fisik, dan mendisinfeksi ruangan yang dipakai untuk melakukan donor darah secara berkala.

"Untuk pelaksanaan donor darahnya sendiri, masih bisa dikatakan aman," terang dr Linda.



Simak Video "Golongan Darah A Paling Berisiko Terinfeksi Parah Sars-CoV-2"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)