Rabu, 08 Jul 2020 12:13 WIB

Sudah 160 Ribu Tenaga Kesehatan Terima Insentif dari Kemenkes

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ratusan warga di kawasan Tanah Abang mengikuti tes swab massal. Tes itu diselenggarakan sebagai salah satu upaya pendeteksian dini virus Corona. Seorang tenaga kesehatan memeriksa pasien (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19 dijanjikan mendapat santunan oleh pemerintah. Namun disebutkan hingga saat ini pemberian insentif tersebut masih belum merata.

Anggaran insentif bagi tenaga medis dikelola oleh dua kementerian, yakni Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan. Untuk Kemenkes sendiri, dana yang dikelola untuk insentif nakes sebesar Rp 1,9 triliun dan Rp 60 iliar untuk santunan kematian.

"Untuk insentif nakes, itu sudah terealisasi 278 M yang dikelola Kemenkes. Secara total 166.209 tenaga kesehatan yang sudah kami berikan insentifnya," tutur Trisa Wahyuni Putri, Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan, dalam webinar yang diselenggarakan Rabu (8/7/2020).

Sementara untuk santunan kematian, sudah terserap Rp 9,6 miliar yang disalurkan pada 32 tenaga kesehatan yang gugur. "Beberapa sudah disampaikan langsung oleh Menkes," sambungnya.

Hingga kini, pemberian tunjangan tenaga kesehatan dan santunan bagi nakes yang meninggal karena COVID-19 masih mengalami kendala. Salah satunya adalah identifikasi nakes yang melakukan penanganan COVID-19 di daerah bisa memakan waktu yang cukup lama.

"Untuk insentif nakes dan santunan kematian, perlu dokumen dan verifikasi. Prosesnya juga agak panjang dari daerah ke provinsi lalu ke pusat. Tapi sekarang kan bisa langsung verifikasi ke daerah," sebut Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara.



Simak Video "Kemenkes Siapkan Regulasi soal Kesehatan Jiwa Anak di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)