Jumat, 10 Jul 2020 08:21 WIB

Klaster Secapa TNI AD Didominasi OTG, Ini Artinya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Corona virus: vial with pipette in laboratory OTG mendominasi kasus di klaster secapa, Jawa Barat. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Bill Oxford)
Jakarta -

Pada Kamis (9/7/2020), Indonesia lagi-lagi mencatatkan rekor penambahan kasus baru virus Corona COVID-19 terbanyak yakni 2.657 kasus. Wilayah yang menyumbang kasus terbanyak kali ini adalah Jawa Barat, yang sebagian besar berasal dari klaster sekolah calon perwira (Secapa) TNI AD.

Klaster tersebut sudah menjadi perhatian dan diinvestigasi sejak 29 Juni 2020. Jumlah kasus yang didapatkan dari klaster Secapa TNI AD pun cukup mengejutkan yaitu sebanyak 1.262 kasus.

"Kita dapatkan keseluruhan kasus positif dari klaster ini sebanyak 1.262 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Kamis (9/7/2020).

Dari 1.262 kasus tersebut, hanya 17 kasus yang mendapat perawatan serta isolasi di rumah sakit. Sedangkan sisanya, 1.245 kasus merupakan orang tanpa gejala atau OTG.

Apa sih OTG itu?

Orang tanpa gejala (OTG) adalah orang yang terinfeksi virus Corona, tetapi tidak menunjukkan adanya gejala. Namun, OTG ini bisa menularkan virus Corona ke orang lain tanpa disadari.

"Dan kita tahu dari studi epidemiologi, mereka bisa menularkan kepada seseorang yang tidak terinfeksi bahkan ketika mereka tanpa gejala," kata Dr Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular yang dikutip dari ABC.

"Dan sementara masyarakat mungkin menggunakan kata asimtomatik untuk menggambarkan orang yang terinfeksi, yang tidak memiliki gejala (asimtomatik). Kekhawatiran yang lebih besar juga berasal dari penularan pasien Corona pra-gejala (presimtomatik)," jelasnya.

Mengutip dari CNN International, OTG asimtomatik dan presimtomatik memiliki perbedaan.

Penyebaran asimtomatik yaitu penularan virus orang yang tidak memiliki gejala atau tidak timbul gejala saat terinfeksi virus Corona. Tapi, mereka masih bisa menularkan virus tersebut ke orang lain.

Untuk penyebaran presimtomatik merupakan penularan virus dari orang-orang yang tidak terlihat sakit, tetapi pada akhirnya gejalanya akan muncul. Tak hanya itu, mereka juga bisa menularkan orang lain tanpa menyadarinya.

Hal ini membuat penyebaran dan penularan virus Corona tidak bisa diprediksi dan sulit untuk dikendalikan.



Simak Video "WHO Sebut COVID-19 Bukan Penyakit Musiman, Tahan di Segala Cuaca"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)