Sabtu, 11 Jul 2020 17:31 WIB

Pemerintah Tak Anjurkan Pakai Masker Terlalu Tebal, Ini Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia masih terus bertambah. Namun, kesadaran masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan masih rendah. Ilustrasi pakai masker. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Masker kain menjadi salah satu masker yang paling banyak diminati masyarakat. Selain modelnya yang beragam, masker kain juga termasuk masker yang dianjurkan untuk mencegah paparan virus Corona COVID-19.

Juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona COVID-19 di Indonesia dr Achmad Yurianto menjelaskan masker kain sebaiknya tidak didesain terlalu tebal. Sebab, pada akhirnya membuat beberapa orang tidak memakai masker dengan benar karena sulit bernapas.

"Banyak sekali yang menggunakan masker yang didesain terlalu tebal sehingga akhirnya tidak nyaman untuk bernapas atau menggunakan bahan elastis yang terlalu menekan hidung ini pun tidak nyaman digunakan sehingga seringkali penggunananya menurunkan maskernya hanya menutup mulut dengan alasan tidak bisa bernapas," papar Yuri saat live update penanganan Corona di BNPB pada Sabtu (11/7/2020)

"Oleh karena itu gunakan yang benar buatlah desain yang baik agar tidak menutup hidung dan mulut secara ketat namun mampu melindungi keseluruhannya dengan baik," lanjutnya.

Yuri menjelaskan pemakaian masker yang benar perlu diperhatikan karena masker menjadi salah satu pencegahan terpenting yang harus dilakukan agar tehindar dari virus Corona. Memakai masker tidak benar bisa menjadi sumber penularan virus Corona.

"Menjadi sumber tertularnya seseorang karena tidak memakai masker dengan baik dengan berbagai alasan termasuk tidak nyaman menggunakan maskernya," pungkasnya.



Simak Video "Nggak Usah Beli, Bikin Masker Kain Mandiri Cuma 1 Menit "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)