Bagaimana Virus Corona Menyerang Banyak Organ Tubuh Selain Paru-paru?

ADVERTISEMENT

Bagaimana Virus Corona Menyerang Banyak Organ Tubuh Selain Paru-paru?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Minggu, 12 Jul 2020 05:00 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)

Kemudian terjadilah gumpalan yang dapat menyebabkan stroke dan serangan jantung, dapat terjadi di paru-paru atau kaki. Mereka menyumbat ginjal dan mengganggu perawatan dialisis yang diperlukan untuk pasien dengan kondisi parah.

Kerusakan pankreas dapat memperburuk diabetes, dan pasien dengan diabetes telah terbukti berada pada risiko tertinggi penyakit parah dan kematian akibat virus Corona. Virus dapat langsung merusak otak, tetapi beberapa efek neurologis kemungkinan berasal dari perawatan.

"Pasien COVID-19 dapat diintubasi selama dua hingga tiga minggu, seperempatnya membutuhkan ventilator selama 30 hari atau lebih," kata Gupta.

"Ini adalah intubasi yang sangat lama, dan pasien membutuhkan banyak sedasi. 'Delirium ICU' adalah kondisi yang sudah diketahui sebelum COVID, dan halusinasi mungkin lebih sedikit muncul, lebih banyak efek dari sedasi yang berkepanjangan,"

Virus mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, menghabiskan sel-T yang biasanya digunakan tubuh untuk melawan infeksi virus. Namun, kabar baiknya ada gejala Corona yang dapat dikaitkan dengan lama atau tidaknya seseorang terinfeksi Corona.

"Gejala gastrointestinal mungkin berhubungan dengan durasi penyakit yang lebih lama tetapi tidak dikaitkan dengan peningkatan mortalitas," catat para peneliti.

Banyak dari gejala Corona yang timbul pada kulit, seperti ruam, keunguan, bengkak 'covid toes' juga hilang dengan sendirinya.


(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT