Minggu, 12 Jul 2020 11:33 WIB

China Temukan Virus Corona COVID-19 pada Kemasan Udang Beku Impor

Ayunda Septiani - detikHealth
nasi goreng udang sayuran Otoritas China temukan virus Corona pada kemasan udang beku impor. (Foto: iStock)
Jakarta -

Pemerintah China temukan virus Corona COVID-19 pada kemasan udang beku impor. Namun penemuan tersebut bukan berarti virus Corona dapat ditularkan melalui kemasan makanan.

Direktur Jenderal Biro Keamanan Pangan Impor dan Ekspor di bawah Administrasi Umum Kepabeanan China, Bi Kexin, mengatakan pihaknya menemukan enam sampel yang terpapar virus Corona dari 223 ribu sampel yang diuji pada makanan beku impor.

Dikutip dari South China Morning Post, pengambilan sampel dilakukan sebagai langkah pencegahan pemerintah China usai munculnya kasus virus Corona COVID-19 di Beijing yang berasal dari pasar makanan.

Pada bulan lalu, pemerintah China mewaspadai salmon impor sebagai kemungkinan penyebab wabah COVID-19 baru di Beijing. Namun, para ahli menyebut minim kemungkinan ikan bisa membawa virus.

Bi Kexin mengatakan dalam kasus yang terbaru virus ditemukan pada bagian luar kemasan makanan udang beku dari tiga perusahaan Ekuador. Sementara isinya sendiri ketika diuji memberikan hasil negatif.

"Hasilnya menunjukkan bahwa kontainer dan kemasan dari perusahaan-perusahaan ini memiliki risiko terkontaminasi virus Corona. Ahli menyebut bukan berarti makanan ini bisa menularkan virus, tapi menunjukkan bahwa manajemen keamanan makanan ini tidak ideal," kata Bi Kexin.

Bea Cukai Tiongkok telah menangguhkan impor makanan dari tiga perusahaan Ekuador itu. Mereka mendesak pemerintah Ekuador untuk meningkatkan kontrolnya atas makanan beku yang diekspor ke China.

Wakil Direktur Pusat Nasional Penilaian Risiko Keamanan Pangan China, Li Ning mengatakan telah menguji 60 ribu sampel makanan di Provinsi Zhejiang, Yunnan, Henan, Shandong, dan daerah otonom Ningxia Hui. Dari pengujian tersebut, hasilnya semuanya negatif COVID-19.

"Secara keseluruhan, kemungkinan makanan terkontaminasi oleh virus Corona COVID-19 tetap sangat kecil," ujar Li.

Li mengatakan makanan bisa saja terkontaminasi oleh virus corona jika dibawa oleh staf yang menangani makanan.

"Anggota staf tidak boleh pergi bekerja jika mereka memiliki gejala seperti demam, batuk dan kelelahan," pungkasnya.



Simak Video "Isu Konspirasi Jadi Ganjalan Relawan Saat Informasikan soal COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)