Minggu, 12 Jul 2020 13:17 WIB

Terpopuler Sepekan: Viral Nama Unik 'Dita Leni Ravia'

Ayunda Septiani - detikHealth
Dita Leni Ravia, Gunungkidul. Foto: Dita Leni Ravia. (Dok pribadi)
Jakarta -

Seorang pelajar dari Gunungkidul, Yogyakarta, beberapa waktu lalu ramai jadi perbincangan masyarakat karena memiliki nama yang unik. Pelajar tersebut bernama Dita Leni Ravia (17) yang jika diartikan dari bahasa Jawa artinya 'diikat dengan tali rafia'.

Memiliki nama unik terkadang menjadi bahan perundungan (bullyan) teman ataupun orang lain. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Leni karena ia selalu berpikir positif.

"Ya kalau saya tidak pernah terbebani, justru saya bangga punya nama Dita Leni Ravia. Saya juga tidak malu sama sekali karena nama itu pemberian dari orang tua saya," katanya saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Leni mengaku beberapa temannya terkadang menertawakan nama uniknya. Namun tersebut tidak membuatnya berkecil hati.

"Ya kalau ada yang ketawa ketawa saya biasa aja sih Mas," ujarnya.

"Intinya positif thinking lah, mungkin dia ketawa karena nama saya unik dan lucu, bukan menertawakan yang jelek-jelek, itu saja," tambah Leni.

Bagaimana jika nama anak memiliki arti tertentu yang memancing olok-olok?

Veronica Adesla, seorang psikolog klinis dari Personal Growth, mengatakan potensi bullying terhadap nama mungkin saja terjadi. Terlebih jika memiliki kandungan makna tertentu yang dianggap negatif.

Akan tetapi, menurut Veronica semua tergantung dari respons masing-masing orang individu. Termasuk dalam kasus nama unik Leni yang viral tersebut.

"Ketika kita besar, kita tentu perlu berpikir secara rasional dalam menyikapi bila terjadi bullying. Yang pertama adalah pahami dan ingat kembali makna di balik nama yang diberikan orang tua. Bila tidak tahu, maka bertanyalah pada orangtua," saran Vero.

"Yang kedua, bersikaplah asertif. Bila memang merasa terganggu, sampaikan bahwa kamu tidak menyukai perilaku tersebut dan minta untuk tidak diulang kembali," pungkasnya.

Selain itu, Veronika mengatakan saat orang tua memberi nama ke anak hendaknya memperhitungkan kembali konsekuensi jangka panjang. Berbagai hal termasuk tradisi, budaya, dan agama, harus menjadi pertimbangan.

"Pemilihan nama akan menjadi doa dari orangtua agar anak memiliki kehidupan yang baik, sesuai dengan nama yang diberikan baik arti atau makna dari nama tersebut maupun tokoh dari nama yang diberikan tersebut," jelas Vero saat dihubungi detikcom.



Simak Video "Kata Psikolog Soal Siswi di Sulsel Dilecehkan Beramai-ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)