Senin, 13 Jul 2020 18:00 WIB

Viral Kamar Kos Penuh Sampah, Kenapa Ada yang Betah Tinggal di Tempat Jorok?

Elsa Himawan - detikHealth
Foto kamar pengidap hoarding disorder Penampakan kamar seseorang yang mengidap hoarding disorder. (Foto ilustrasi: BMJ Case Reports)
Jakarta -

Baru-baru ini heboh di media sosial Twitter foto yang menunjukkan kamar kos berantakan dipenuhi sampah. Disebutkan, kamar tersebut sudah ditinggal penghuninya selama lebih dari dua bulan.

Tweet ini dibagikan oleh Wulandari di aku Twitter-nya, Minggu (12/7/2020). Hingga Senin (13/7/2020), tweet tersebut telah mendapat lebih 17 ribu retweet dan 59 ribu like.

"Sumpah gue kaget banget biasa lihat di berita sekarang lihat sendiri di kosan gue ada orang yang selama ini tidur sama sampah," tulis Wulan, sapaannya.

Psikolog klinis Veronica Adesla dari Personal Growth mengatakan salah satu kemungkinan seseorang nyaman tinggal dengan kondisi kamar berantakan dan penuh sampah adalah karena kesibukan. Seseorang yang sibuk melakukan pekerjaan tidak sempat merapikan kamarnya.

"Awalnya melihat kamar berantakan, pasti ada niat untuk membereskan. Akan tetapi ketika melihat kamarnya semakin berantakan, sampah makin menumpuk, akhirnya jadi malas untuk membersihkannya." ujar Vero saat dihubungi detikcom, Senin (13/07/2020).

Kemungkinan hoarding disorder

Psikolog klinis Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, menyebut seseorang yang terbiasa tinggal dengan sampah karena memiliki barang kesukaan, seperti koran, kantong plastik, dan sudah didiagnosa oleh psikolog, baru bisa dikatakan sebagai hoarding disorder.

"Untuk menghadapi pengidap hoarding disorder sih, lebih baik kamu serahkan pada ahlinya. Kalau kamu bertindak sendiri dengan membersihkan kamarnya dari sampah, dia akan marah karena merasa privacy-nya (terganggu)," jelas Rosdiana.

Meski begitu, dalam kasus viral kamar kos yang penuh dengan sampah, tidak bisa dikatakan sang penghuni kos memiliki gangguan hoarding disorder. Perlu untuk diperiksa lebih lanjut terkait kemungkinan psikisnya.

Tips mengatasi malas

Kamar yang berantakan bisa berawal dari sering menunda membersihkan kamar. Bagaimana caranya agar kita tidak menunda atau malas membersihkan kamar?

Beberapa tips yang bisa diterapkan antara lain sebagai berikut:

1. Atur schedule atau dibuat jadwal untuk membersihkan kamar.
2. Bagi dari kerjaan yang lebih kecil atau dilakukan bertahap ketika kamu membersihkan kamar.
3. Jauhkan sumber yang mengganggumu untuk tidak fokus dalam melakukan bersih-bersih.
4. Jadikan hal atau aktivitas menyenangkan sebagai reward setelah berhasil mengerjakan jadwal bersih-bersih.
5. Libatkan eksternal sebagai sistem support atau sumber dukungan, misalnya untuk mengingatkan ataupun datang dan memastikan kamar dirapikan sesuai jadwal.



Simak Video "UNICEF: Orang Tua Juga Harus Perhatikan Kesehatan Jiwa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)