Selasa, 14 Jul 2020 05:55 WIB

Arti Zona Hitam dan Berbagai Kode Warna dalam Pandemi COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Begini penerapan New Normal di SMA SMA Islam PB Soedirman Kota bekasi, Jawa Barat, Kamis (18/06/2020). Para guru memakai pelindung wajah (Face Shield) saat mengikuti rapat kerja (Raker) persiapan Tahun Ajaran Baru 2020/2021. Virus Corona COVID-19 (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Kota Solo, Jawa Tengah, disebut sebagai 'zona hitam' oleh Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani. Ia mengatakan ini disebabkan karena meningkat drastisnya jumlah orang yang terinfeksi di wilayah tersebut.

"Biasanya tambah 1-2 orang, hari ini tambah 18 orang. Sudah bukan zona merah lagi, zona hitam," katanya pada Minggu (12/7/2020).

Pengkodean atau pemberian warna zona di berbagai wilayah ini dimaksudkan untuk mengelompokkan daerah yang terkena dampak pandemi Corona. Meski hanya sebagai simbol, warna zona ini juga berguna sebagai pengkodean khusus untuk menentukan jumlah kasus infeksi di berbagai wilayah.

Tim Ahli Epidemiologi dan Informatika Gugus Tugas penanganan virus Corona COVID-19, Dewi Nur Aisyah, dalam media briefing di channel YouTube BNPB menjelaskan ada 15 indikator utama penentu zonasi Corona di YouTube BNPB, beberapa waktu lalu.

Indikator tersebut terdiri dari 11 indikator epidemiologi, 2 indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan 2 pelayanan kesehatan. Indikator inilah yang digunakan pemerintah untuk menentukan zonasi Corona berdasarkan skor yang didapatkan.

Berikut penjelasan terkait warna zona wilayah virus Corona COVID-19.

1. Zona hijau

Kepala Departemen Epidemiologi Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc, menjelaskan bahwa zona hijau merupakan wilayah yang tidak memiliki kasus baru virus Corona lagi dan risiko penularannya kecil.

"Zona hijau itu nggak ada kasus baru lagi. Kemudian kemungkinan transmisinya kecil," kata Miko saat dihubungi detikcom, Senin (13/7/2020).

Tim gugus tugas COVID-19, menyebut zona hijau juga mencakup wilayah yang tidak pernah terdampak, tidak ada peningkatan penambahan kasus baru dalam 4 minggu terakhir, dan angka kesembuhan mencapai 100 persen.

2. Zona kuning

Pada zona kuning atau disebut juga zona risiko rendah, Miko mengatakan ada kasus baru tapi jumlahnya hanya sedikit. Selain itu, penularan atau transmisi juga masih ada kemungkinan bisa terjadi.

Jika menggunakan 15 indikator yang ditetapkan tim gugus tugas, skor untuk wilayah yang termasuk ke dalam zona kuning berada di rentang 2,5 sampai 3,0.

3. Zona oranye

Pada zona oranye, Miko mengatakan jumlah kasus yang ada di wilayah tersebut sudah relatif banyak. Dalam hal transmisi atau penularannnya, zona risiko sedang ini dipastikan ada dan lebih luas dibandingkan di zona kuning.

Skor yang diperoleh berdasarkan 15 indikator penentu zonasi wilayah untuk zona ini ada di kisaran 1,9 sampai 2,4.

4. Zona merah

Miko menjelaskan, pada zona merah ini kasus baru yang ditemukan sangat banyak melebihi yang ditemukan pada zona oranye. Dalam segi penularan atau transmisinya dipastikan meluas dengan sangat cepat dibandingkan pada zona-zona lainnya.

"Di zona merah, transmisinya sangat mengancam bisa lebih meluas dan sangat cepat," tegas Miko.

Pada zona merah atau disebut juga zona dengan risiko paling tinggi, skor yang didapatkan antara 0 sampai 1,8.

5. Zona hitam

Lalu bagaimana dengan zona hitam? Gugus tugas penanganan COVID-19 sebenarnya tidak mengenal kategori zona hitam. Namun istilah 'zona hitam' kerap dipakai untuk menggambarkan tingkat penularan yang sangat tinggi di suatu wilayah, yang sebenarnya ada di kategori zona merah. Surabaya dan Solo pernah mendapatkan label ini.

"Istilah hitam nggak ada karena sebenarnya merah. Zona merah ini menggambarkan kasusnya banyak, transmisi virus COVID-19 mengancam penduduk di situ," jelas Miko kepada detikcom.

"Nggak ada lah tuh 'zona hitam', adanya merah. Ya merah pekat," imbuhnya.



Simak Video "Heboh Jadi 'Zona Hitam' Corona, #SurabayaWani Puncaki Trending Topic"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)