Selasa, 14 Jul 2020 08:27 WIB

Ilmuwan Sebut Kekebalan Setelah Sembuh dari Corona Tak Bertahan Lama

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Seseorang yang sembuh dari virus Corona COVID-19 diyakini akan membentuk kekebalan. Namun kekebalan tersebut hanya akan bertahan beberapa bulan.

Para ilmuwan Inggris menyebut respons antibodi pada seseorang yang terinfeksi virus Corona akan menurun setelah 20-30 hari gejala muncul. Antibodi adalah protein yang membantu tubuh melawan infeksi.

Dikutip dari CNN, studi ini melibatkan 65 pasien Corona yang dipantau selama 94 hari setelah menunjukkan gejala. Studi ini pun telah dirilis dalam laman medis medrxiv.org.

"Kami menunjukkan bahwa respons peningkatan IgM dan IgA menurun setelah 20-30 hari," tulis para peneliti dalam studi tersebut.

Ini dapat membuktikan orang yang pernah terkena COVID-19 kemungkinan besar bisa terinfeksi kembali. Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah memperingatkan bahwa orang pernah terinfeksi Corona belum tentu kebal terhadap penyakit itu lagi.

Meski begitu, para peneliti mengaku studi ini masih memiliki keterbatasan. Sebab, belum diketahui apakah hasilnya akan sama jika yang diteliti adalah kelompok pasien yang lebih besar dan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

"Studi ini memiliki implikasi penting untuk mempertimbangkan perlindungan terhadap infeksi ulang SARS-CoV-2 dan daya tahan perlindungan pada vaksin," jelas para peneliti.



Simak Video "Tips Tingkatkan Imunitas Anak agar Terhindar dari COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)