Rabu, 15 Jul 2020 09:47 WIB

Ditargetkan Dapat Izin Edar 2021, Ini Fakta Vaksin Corona Sinovac

Firdaus Anwar - detikHealth
Vaksin COVID-19 Buatan University of Queensland Mulai Diuji Coba Pada Manusia Ilustrasi vaksinasi. (Foto: ABC Australia)
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyampaikan perkembangan beberapa vaksin Corona di Indonesia. Dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Menkes Terawan menyebut salah satu vaksin corona paling cepat ditargetkan sudah mendapat izin edar awal tahun 2021.

Vaksin tersebut diketahui merupakan kerja sama internasional antara Biofarma dan Sinovac. "Biofarma dan Sinovac estimasi persetujuan izin edar pada awal tahun 2021," kata Menkes Terawan.

Berikut beberapa fakta-fakta vaksin yang dikembangkan Sinovac:

1. Masuk uji tahap 3

Vaksin COVID-19 buatan Sinovac dilaporkan sudah mendapat persetujuan untuk menjalani uji klinis tahap tiga. Dalam tahap ini vaksin akan kembali diuji terkait toksisitas dan kemampuannya merangsang respons imun pada populasi yang luas.

2. Terbuat dari virus yang sudah dinonaktifkan

Sinovac mengembangkan vaksin COVID-19 dari virus yang sudah dinonaktifkan. Artinya vaksin mengandung virus, namun sudah 'dilemahkan' sehingga tidak bisa menimbulkan penyakit infeksi.

3. Diklaim bisa ciptakan kekebalan pada 90 persen orang

Hasil uji klinis tahap satu dan dua melihat vaksin buatan Sinovac berhasil merangsang kekebalan tubuh pada lebih dari 90 persen relawan yang terlibat dalam studi. Selain itu sejauh ini belum ada efek samping serius yang dilaporkan.



Simak Video "Vaksin Virus Corona dari China Sudah Masuk ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)