Rabu, 15 Jul 2020 14:31 WIB

Gejala Ringan Corona Disebut Berisiko Alami Komplikasi Serius, Ini Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Ilustrasi virus Corona. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Infeksi virus Corona COVID-19 yang parah sebelumnya diketahui terjadi pada pasien Corona yang memiliki risiko komplikasi neurologis. Namun, baru-baru ini studi dari University College London menunjukkan masalah serius dapat terjadi pada kasus Corona dengan gejala ringan.

Tim melihat gejala neurologis dari 43 pasien di rumah sakit yang dikonfirmasi atau dicurigai virus Corona COVID-19. Ada sepuluh di antaranya mengalami kasus disfungsi otak sementara, 12 kasus peradangan otak, delapan lainnya mengidap stroke dan delapan kasus lain mengalami kerusakan saraf.

Sebagian besar pasien didiagnosis ensefalomielitis diseminata akut (ADEM), suatu kondisi autoimun langka yang biasanya terlihat pada anak-anak setelah terinfeksi virus. "Kami mengidentifikasi jumlah orang yang lebih tinggi dari yang diperkirakan dengan kondisi neurologis seperti peradangan otak, yang tidak selalu berkorelasi dengan keparahan gejala pernapasan," kata Michael Zandi, dari Queen Square Institute of Neurology dan University College London Hospitals NHS Foundation Trust.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Brain, menunjukkan bahwa tidak ada pasien yang didiagnosis dengan masalah neurologis memiliki COVID-19 dalam cairan serebrospinal mereka. Artinya, meski virus Corona berkaitan dengan komplikasi di otak, hal ini menunjukkan bahwa virus Corona tidak secara langsung menyerang otak mereka.

"Mengingat bahwa penyakit ini baru ada selama beberapa bulan, kita mungkin belum tahu apa kerusakan jangka panjang yang bisa disebabkan COVID-19," kata Ross Paterson dari Queen Square Institute of Neurology di UCL.

"Dokter perlu mewaspadai kemungkinan efek neurologis, karena diagnosis dini dapat meningkatkan kewaspadaan terkait hasil dari kondisi pasien," jelas Ross.

Dikutip dari South China Morning Post, dengan lebih dari 12 juta infeksi yang dikonfirmasi di seluruh dunia, COVID-19 diketahui menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan selain infeksi paru-paru. Sementara hasil penelitian menunjukkan bahwa komplikasi otak bisa dialami lebih umum di antara pasien Corona termasuk pasien dengan gejala ringan, demikian penjelasan para ahli.

"Pengamatan yang menarik pandemi berarti sangat tidak mungkin bahwa ada pandemi paralel besar kerusakan otak yang tidak biasa terkait dengan COVID-19," kata Anthony David, direktur medis dari UCL.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)