Kamis, 16 Jul 2020 11:30 WIB

Update Terbaru Riset Corona, Benarkah Golongan Darah O Lebih Kebal COVID-19?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
transfusi darah Riset terbaru soal kaitan golongan darah dengan virus Corona. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Para peneliti sebelumnya menunjukkan bukti awal golongan darah A lebih rentan terinfeksi virus Corona COVID-19. Sementara golongan darah O disebut lebih kecil kemungkinannya terpapar virus Corona COVID-19.

Dikutip dari New York Times, selama beberapa bulan terakhir para ilmuwan telah melihat hubungan antara golongan darah dengan risiko terinfeksi virus Corona semakin sedikit. Bukti awal yang menunjukkan golongan darah tertentu dengan risiko terinfeksi Corona dinilai semakin lemah.

Dua penelitian dari Rumah Sakit Umum Massachusetts dan Rumah Sakit Presbyterian Columbia di New York, menegaskan tidak menemukan bahwa golongan darah A menjadikan seseorang lebih rentan terinfeksi virus Corona COVID-19. Laporan baru menemukan bukti bahwa orang dengan darah tipe O mungkin lebih sedikit yang terinfeksi Corona.

Namun, hubungan di antara keduanya sangat kecil sehingga tidak bisa dipastikan seseorang bisa menjadikan hal ini sebagai faktor risiko terpapar Corona. "Tidak seorang pun boleh berpikir mereka terlindungi," kata Nicholas Tatonetti, seorang ilmuwan data di Columbia University.

Meninjau catatan medis untuk 7.770 orang yang dites positif Corona, Dr Tatonetti dan seorang mahasiswa pasca sarjana, Michael Zietz, menemukan bahwa orang dengan golongan darah A berada pada risiko yang lebih rendah untuk memakai ventilator. Sementara orang-orang golongan darah tipe AB berada pada risiko yang lebih tinggi, tetapi para ilmuwan memperingatkan bahwa hasil ini mungkin tidak dapat diandalkan karena ada begitu sedikit pasien yang diteliti dengan golongan darah tertentu dalam analisis mereka.

Tatonetti dan Mr Zietz merilis hasil awal dari 1.559 pasien di Columbia Presbyterian Hospital pada bulan April. Survei mereka yang lebih besar saat ini ditinjau untuk publikasi dalam jurnal ilmiah.

Studi baru lain yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Massachusetts, memberikan gambaran yang agak berbeda. Para peneliti juga menemukan bahwa orang dengan golongan darah tipe O lebih kecil kemungkinannya terinfeksi COVID-19. Namun, golongan darah ini tidak mempengaruhi pemilihan terkait pasien Corona yang harus memakai ventilator dan lebih berisiko meninggal karena Corona.

Anahita Dua, seorang ahli bedah vaskular di rumah sakit dan penulis senior studi tersebut, mengatakan bahwa golongan darah bukan sesuatu yang dia pertimbangkan ketika menilai risiko yang dihadapi oleh pasien COVID-19.

"Aku bahkan tidak akan membicarakannya," kata Anahita.

"Dengan makalah baru ini, mungkin diputuskan bahwa golongan darah tidak mempengaruhi hasil penyakit ini," kata Joern Bullerdiek, direktur Institute for Medical Genetics di University Medicine Rostock di Jerman.



Simak Video "Golongan Darah A Paling Berisiko Terinfeksi Parah Sars-CoV-2"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)